Facebook Lite tumbuh pesat, tembus 100 juta pengguna

ACEH WATCH| Pada bulan Juni 2015, Facebook memperkenalkan aplikasi Facebook Lite untuk Android. Aplikasi ini diklaim hanya menyedot sedikit data, serta mampu bekerja di kualitas jaringan 2G dan area minim nan labil koneksi.

Namun tak disangka, hanya dalam waktu 9 bulan saja, Facebook Lite berhasil menjadi salah satu aplikasi yang mendapatkan pengguna aktif sebanyak 100 juta orang. Aplikasi ini menjadi yang paling cepat berkembang, bahkan jika dibandingkan dengan aplikasi induknya, Facebook. Demikian dikutip dari Mashable, Sabtu (12/3/2016).

Facebook menyebutkan, aplikasi Facebook Lite sangat populer di beberapa negara-negara berkembang seperti Brasil, India, Meksiko, Filipina, dan Indonesia juga termasuk di dalamnya. Secara keseluruhan, aplikasi ringan dari Facebook sudah tersedia di 150 negara.

Aplikasi tersebut hanya berukuran 1MB saja sehingga pengguna tak harus takut kehabisan memori. Seperti yang dilansir Forbes (9/2), Facebook, Messenger, dan Pages Manager merupakan tiga aplikasi yang paling banyak memakan memori internal dan RAM ponsel, khususnya yang berjalan pada sistem operasi Android dan iOS.

Facebook juga pernah disebut sebagai salah satu aplikasi pemakan daya baterai terbesar. Dalam artikel yang pernah kami tulis, disebutkan bahwa dengan menghapus aplikasi Facebook, daya baterai gawai dapat ditingkatkan hingga 20 persen di Nexus 6P. Sedangkan menghapus aplikasi itu pada iPhone dapat meningkatkan daya tahan baterai hingga 15 persen di iPhone 6s Plus.

Sebelumnya, sesuai dengan namanya, Facebook Lite hanya memiliki fitur yang terbatas, namun kini menurut TechCrunch (9/3), Facebook sudah menyediakan beberapa fitur baru seperti dapat menampilkan video, unggah beberapa foto sekaligus, dan emoji.

Pada bulan April 2015, Facebook juga sempat meluncurkan aplikasi sejenis yang diberi nama Internet.org di Indonesia. Internet.org merupakan proyek sosial Facebook guna menghadirkan akses internet gratis untuk sejumlah layanan standar. Proyek ini dikonsentrasikan di negara-negara berkembang yang masih kesulitan akses internet. Misalnya di sejumlah negara seperti India, Kenya, Tanzania, Ghana dan lain-lain.

Dengan diluncurkannya program tersebut, Facebook telah berhasil membuat 19 juta orang terkoneksi secara daring.

Tak hanya Facebook yang mengalami pertumbuhan pesat, ternyata platform media sosial dan perpesanan instan lainnya yang telah diakuisisi Facebook baik Instagram dan WhatsApp juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Pada Q4 2015, semakin banyak pengguna yang mengakses Instagram.

Pada bulan September lalu, Facebook mengumumkan pencapaian Instagram dengan 400 juta pengguna aktif bulanan. Sementara WhatsApp, menutup tahun 2015 dengan hampir 1 miliar pengguna aktif bulanan. Bahkan, lebih dari 800 juta pengguna kini menggunakan Messenger.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*