Ketidaktegasan Gubernur Membuat Aceh Belum Punya Saham di PAG

ACEH WATCH | Pemerintah Aceh belum memiliki saham sepeserpun di PT Perta Arun Gas (PAG). Hal tersebut terungkap usai Komisi III DPR Aceh menjumpai Presiden Direktur  PT Perta Arun Gas (PAG) Teuku Khaidir di Jakarta, Kamis, 10 Maret 2016. Pertemuan tersebut dilakukan  untuk mempertanyakan belum adanya penyertaan saham Pemerintah Aceh pada anak perusahaan Pertamina tersebut.

anggota Komisi III DPR Aceh dari fraksi Partai Aceh Kautsar, S.HI. mengatakan, belum adanya penyertaan saham Aceh disebabkan Pemerintah Aceh belum memutuskan untuk berinvestasi di PAG. Padahal, kata dia, potensi keuntungan dalam investasi bidang usaha tersebut sangat besar.

“Sebenarnya sudah sudah ada kesepakatan antara kedua pihak, tapi tiba-tiba gubernur Zaini membatalkannya,” kata Kautsar usai bertemu Presdir PAG di Jakarta.

Ketua Fraksi Partai Aceh ini juga menyebutkan, pihak PAG masih menunggu penyertaan 30 % saham dari Pemerintah Aceh. Gubernur semestinya harus serius menyikapi persoalan tersebut. Hal ini lantaran regasifikasi yang dikelola PAG menjanjikan keuntungan terus menerus selama masih beroperasi.

“Sekarang harga 30 % saham sudah mencapai Rp500 miliar, padahal dulu hanya 200 Milyar, dan itu angka yang sangat fantastis,” ujar Kautsar.

Anggota Komisi III ini juga menuturkan bahwa  Pemerintah Aceh terlalu berbelit-belit dalam persoalan investasi. Pemerintah Aceh sampai saat ini belum mendapatkan keuntungan dari regasifikasi Arun karena ketidaktegasan Gubernur Zaini.

“Kalau Gubernur punya niat, cukup menugaskan Asisten II Pemerintah Aceh dengan Kadis Pertambangan saja untuk segera bertindak, daripada hanya tersu menunggu  tim dalam Pemerintah Aceh. ujarnya.

Sebagai wakil rakyat, Kautsar berharap gubernur segera berinvestasi dalam proyek ini.

“Ya semestinya jalankan saja dulu apa yang sudah pasti, sepertinya Gubernur kita enggak mengerti” kata Kautsar

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*