BERITA OLAHRAGA

Rossi Bingung Dengan Perubahan Aturan Penalti MotoGP

ACEH WATCH| Valentino Rossi memberi komentar soal perubahan aturan penalti di MotoGP 2016. Pembalap Movistar Yamaha mengaku bingung bagian mana dari aturan tersebut yang dirombak setelah dijatuhkan kepadanya musim lalu.

Rossi mendapat penalti empat poin saat berlaga di seri terakhir Grand Prix Valencia. Satu poin akibat melanggar kualifikasi GP San Marino dan tiga poin akibat terlibat insiden dengan Marc Marquez di GP Malaysia.

Empat poin penalti yang didapat The Doctor membuatnya mesti start dari posisi buncit di Valencia. Dan hasilnya, ia gagal naik podium dan mesti merelakan gelar juara dunia direbut Jorge Lorenzo.

Penalti yang didapat Rossi sempat jadi kontroversi. Sampai akhirnya, FIM dan Dorna Sport SL selaku otoritas tertinggi balapan merubahnya pada awal Maret lalu.

Sebelumnya, aturan menyebutkan jika pembalap mengoleksi empat poin maka harus start dari posisi paling belakang. Jika mendapat tujuh poin, pembalap mesti start dari pitlane. Dan yang terakhir jika sudah mengoleksi 10 poin pembalap bakal didiskualifikasi di balapan setelahnya.

Setelah dirombak, aturan penalti empat poin dan tujuh poin yang mengharuskan pembalap memulai balapan dari posisi buncit atau pitlane resmi dihapus. Pembalap hanya akan dikenakan hukuman 10 poin yang berlaku selama satu musim. Singkat kata, pembalap baru akan merasakan hukuman saat balapan ketika penaltinya sudah menyentuh 10 poin.

Menanggapi aturan baru tersebut, Rossi yang musim lalu menelan hukuman balapan dari posisi buncit justru bingung bagian mana dari aturan penalti yang dirombak. Namun ia mengaku, hukumannya sebaiknya didapat di Malaysia sehingga tidak mengganggu balapan di Valencia.

“Saya belum benar-benar mengerti apa yang mereka rombak. Semua orang mengatakan mereka tidak pernah menghukum saya tapi itu jelas tidak terjadi. Alangkah lebih baik dihukum di Malaysia ketimbang tahu peluang saya di Valencia berakhir,” tuturnya saat diwawancara Gazetta Dello Sport,  (11/3/2016).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *