Aryos Nivada Fans Tarmizi Karim, Bukan Pengamat Politik

Aceh Watch | Tahapan pesta Demokrasi Aceh 2017 Aceh sudah dimulai, yang mendapatkan durian runtuh bukan hanya media massa, pembuat kaus/atribut, lembaga survey atau percetakan. Melainkan juga para pengamat politik. Silakan baca, tonton dan dengarkan media massa, maka setiap hari akan bermunculan nama-nama pengamat politik. Pernyataan pengamat politik diharapkan akan memberikan pencerahan kepada publik tentang proses demokrasi. Mereka adalah intelektual, akademi atau ilmuwan yang menguasai masalah politik lebih baik dibanding masyarakat awam.

Sayang seribu sayang, banyak juga pengamat politik yang tidak jernih dalam memberikan pengamatannya. Karena dia berpihak kepada salah satu calon atau kekuatan. Akibatnya, hasil pengamatannya tidak lagi objektif. Tidak salah dan itu adalah hak si pengamat politik. Namun publik tidak mendapatkan pencerahan yang semestinya, karena ilmu dan wawasan sang pengamat diarahkan untuk kepentingan dukung mendukung jagoannya.

Aryos Nivada, Peneliti dari Jaringan Survey Inisiatif (JSI) yang seringkali bersuara keras dan lantang tentang berbagai hal, khususnya terhadap Cagub/Cawagub Aceh selain Tarmizi Karim. Dalam sejumlah pernyataannya, Aryos lebih mirip aktivis politik ataupun fans Tarmizi daripada pengamat politik.Hal itu disampaikan oleh Koordinator Aceh Bergerak, Tgk Snowden.

Menurut Koordinator Aceh Bergerak ini, dalam pemilu Gubernur  Aceh, Aryos berada di pihak Tarmizi Karim.

“berdasarkan monitoring kami di media, Aryos condong ke Tarmizi Karim, kalo tidak percaya lihat aja statemen dia dimedia” ujar Tgk Snowden.

Koordinator Aceh Bergerak ini juga mengingatkan kepada pengamat politik agar bersikap netral dan tidak menggiring opini publik.

“Sebagai individu mereka berhak memilih dan memihak. Tapi dalam analisisnya mereka punya kewajiban moral untuk lebih jernih dan bernas sesuai dengan kemampuan akademis dan keilmuannya, jangan membangun opini untuk menggiring publik ke calon yang didukungnya.

KUMPULAN SINGKAT STATEMENT ARYOS NIVADA DI MEDIA MASA

TOLAK TARMIZI KARIM, JABATAN NOVA IRIANSYAH BISA DICOPOT (AJNN,29/1/2016,15:34 WIB).“Kalau Tarmizi melapor kepada SBY. Bisa-bisa, Nova Iriansyah dicopot sebagai ketua oleh SBY,” kata Aryos, Jumat (28/1).

ARYOS NIVADA : JANGAN SAMPAI PKS TERTIPU DENGAN JANJI POLITIK PARTAI ACEH(TAMIANGNEWS,20/5/2016). Dukungan PKS ke Mualem harus jelas konsensus (kesepakatan), jangan sampai PKS tertipu dengan janji politik Partai Aceh. Ujung-ujungnya PKS tidak mendapatkan apa pun paska terpilihnya Mualem jadi gubernur nantinya. Tidak menutup kemungkinan Mualem mengusung kader PKS menjadi wakil gubernur, seperti Nasir Djamil, Raihan Iskandar, dan lain-lain. Dalam hal kesamaan ideologi dan visi maupun misi dari PKS dengan Partai Aceh sangat berbeda sekali. Nampak muatan kepentingan politiknya daripada menggunakan basis standar ideologi dan visi misi. Berarti PKS sudah melenceng dalam membangun sinergisasi ideologi dan visi dan misi.

ARYOS NIVADA SARANKAN ZAINI ABDULLAH LIRIK LAGI TARMIZI KARIM (THEGLOBEJOURNAL,15/7/2016 JAM 08:19 WIB). “Sampai saat ini paket dari wakilnya Zaini Abdullah belum dideklarasikan. Karena itu, posisi wakil bisa muncul paket baru yang berpasangan dengan Zaini Abdullah nantinya,” jelas Aryos kepada The Globe Journal, Jumat pagi (15/7/2016).  Menurut Aryos, peluang lain kandidat yang bisa disandingkan sebagai pengganti Nasaruddin adalah Tarmizi Karim. “Logika politiknya dari segi pertimbangan kewilayahan, penambahan suara, dan kecocokan paket. Sangat realitis pasangan Zaini Abdullah dengan Tarmizi Karim,” tambahnya.

PROBALITAS TARMIZI KARIM DI PILKADA 2017 (ACEHTREND,). Siapa pendatang baru di jajaran kandidat gubernur 2017 yang berkeinginan maju. Dialah Tarmizi Karim, pria kelahiran 24 Oktober 1956 di Lhoksukon, Aceh Utara, Pria ini dianggap kuda hitam dalam kontestasi di Pilkada 2017, selain Zaini Abdullah. Di pendidikan dirinya lulusan S-2 Manajemen Pembangunan American University Washington DC, Amerika Serikat. Rekam jejak jabatan publik pernah menjadi Bupati Aceh Utara periode 1997-2002, Kepala Bappeda Provinsi Aceh. Setelah itu menjadi Staf Ahli Mendagri bidang Ekonomi dan Keuangan. Kariernya semakin melesat, ketika menjabat pj Gubernur Kalimantan Timur (2008). Kepala Bagian Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Dalam Negeri. Kembali lagi dipercaya menjabat pj Gubernur Aceh (2012). Pasca itu diberikan kepercayaan jabatan Pj. Gubernur Kalimantan Selatan (2015) dan saat ini menjabat Irjen Kemendagri RI. Hitung-hitung diatas kertas modalitas dirinya”Tarmizi Karim” sudah mencukupi bertarung di Pilkada 2017.

INI PREDIKSI PENGAMAT TERKAIT POSISI PAN,GOLKAR DAN SIKAP PRESIDEN JOKOWI DI PILKADA ACEH (KLIKKABAR, 7/8/2016).Bilamana ada intervensi Jokowi dimana mengatakan kepada Ketua Umum DPP Golkar untuk mendukung Tarmizi Karim. Maka sudah bisa dipastikan Golkar menjadi partai pengusung bersama dengan grup partai lainnya seperti Nasdem, PPP, dan PKPI untuk mengusung Tarmizi Karim, imbuh Aryos.

ARYOS NIVADA :KOMUNIKASI POLITIK KADER PA MERESAHKAN MASYARAKAT.(JUANGNEWS,7/9/2016).“Perilaku kader atau elit Partai Aceh yang berkomentar sarat intimidasi secara verbal (kata-kata), seperti Abon Thalib dan Juragan. Menurut saya bagian dari strategi politik Partai Aceh untuk menggiring masyarakat Aceh agar memilih Muzakir Manaf menjadi Gubernur Aceh. Kata-kata itu muatan teror lebih terasa di publik, sehingga membuat resah. Cara intimidasi dari hasil survey Jaringan Survey Inisiatif tidak efektif lagi dijadikan strategi politik, karena masyarakat Aceh merespon negatif,” kata Aryos.

ARYOS NIVADA : ABU DOTO LAKUKAN BLUNDER POLITIK (JUANGNEWS,14/7/2016). “Pesan tersirat lainnya dari komentar Abu Doto jelas menunjukan secara tersirat bahwa ada perpecahan di internal tim Abu Doto dalam mengusung wakil yang disandingkan Abu Doto. Efek lainnya berdampak kepada massa Nasaruddin yang tadinya kuat menjadi mengambang paska komentar Abu Doto di media beberapa hari lalu,” duga Aryos.

ARYOS NIVADA : ULAMA JANGAN MAU DIPOLITISI (PORTALSATU, 10/9/2015). “Masyarakat Aceh berharap sekali, bahwa demo ini benar-benar murni menegakkan ahlussunnah wal jamaah. Tetapi hasil amatan dan berbagai informasi yang terhimpun, terindikasi kuat telah dipolitisir dan terkesan di mata publik ada pesan sponsor,” kata Aryos melalui siaran persnya kepada portalsatu.com, Kamis, 10 September 2015.

2 Comments

  1. Aneuk manyak ciret pi kajeut keu pengamat… pue di aceh hana ureung lee. Kon kayu jak pileh bo-boh sidom keudeh…

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*