Mustawalad : Alamsyah M.Gayo adalah Figur yang Tepat untuk Memimpin Aceh Tengah

Aceh Watch | Begitu disebut nama Gayo, maka yang terbayang di benak orang adalah Kopi Arabika yang memiliki aroma dan rasa spesifik yang sudah dikenal di seluruh dunia. Namun sebenarnya potensi alam gayo bukan hanya Kopi saja, masih banyak potensi khususnya di bidang pertanian yang menjadi andalan wilayah dataran tinggi ini. Sesuai dengan agroklimat, elevasi dan topografi wilayahnya, Dataran Tinggi Gayo merupakan “sorga” untuk pengembangan hortikultura terutama sayur-sayuran dan buah-buahan khas dataran tinggi. Sebut saja Kentang (solanum tubersum), Tomat ( lycopersicum esculentum), Cabe (capsicum annum), Kol ( braschia oleavera) dan beberapa jenis sayuran lainnya dapat tumbuh baik di daerah ini. Begitu juga buah-buahan seperti Nanas (ananas commusus), Alpukat (persea americana), Apel (mallus sylvestris) dan berbagai jenis Jeruk (citrus sp) juga merupakan komoditi pertanian yang mudah di jumpai di dataran tinggi Gayo.

Walau memiliki potensi pertanian yang sangat menakjubkan, ironisnya, nasib para petani belum sejahtera. Banyak potret yang menggambarkan terjadinya ketimpangan pendapatan petani, meskipun harga komoditas pertanian akhir-akhir ini meningkat tajam di pasaran dunia seiring dengan melemahnya nilai rupiah terhadap dollar Amerika. Salah satu penyebab utama ketimpangan pendapatan petani adalah bargaining position yang sangat lemah akibat mengguritanya para tengkulak di lapangan.

Melihat kondisi petani gayo yang miskin ditanah yang subur, Mustawalad Koordinator PONGNI Mualem mengatakan bahwa Aceh Tengah membutuhkan Bupati yang mampu dan mau menangani persoalan tersebut.

” Aceh Tengah butuh pemimpin yang bisa memberi jaminan pembelian serta pemasaran kepada para petani, yakni menetapkan harga minimum hasil pertanian dan kalau harga naik serahkan ke pasar” ungkapnya Mustawalad.

Selain itu, untuk mengurangi dampak kerugian yang disebabkan banyaknya petani yang terpaksa harus menjual hasil produknya kepada tengkulak, Bupati Aceh Tengah mendatang haruslah membuat kebijakan yang mewajibkan institusi terkait untuk menampung hasil pertanian petani ketika panen raya tiba, cara ini dapat memperkecil ruang gerak tengkulak.

Koordinator PONGNI Mualem ini juga menuturkan selain persoalan Tengkulak, salah satu persoalan yang dihadapi petani adalah rendahnya tingkat penghasilan mereka yang diakibatkan karena tingkat keekonomian aktivitas bertani yang masih rendah.

“Pola pertanian kita itu tanahnya rata-rata hanya 0,3 hektar, angka itu nggak ekonomis, rendahnya tingkat keekonomian itu menjadikan alasan pihak perbankan musti memilah-milah dalam memberikan kredit dana penyertaan modal, sehingga petani tidak memiliki akses modal” ujarnya.

Lanjutnya lagi, Pemimpin Aceh Tengah kelak haruslah figur yang mau membantu keuangan para petani dengan cara bekerjasama dengan perbankan dan lembaga keuangan lainnya seperti Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) untuk memberikan kredit bunga rendah atau tanpa bunga kepada para petani.

Bagi Mustawalad, melihat kondisi tersebut, H. Alamsyah M. Gayo adalah figur pemimpin Aceh Tengah yang tepat dan mampu menyelesaikan persoalan. Menurutnya mantan anak buah Ahok itu memiliki ketegasan yang kuat.

“beliau bukan hanya tegas, namun memiliki banyak pengalaman, jaringan yang luas dan tentunya sosok yang peduli pada petani” ujar Mustawalad

Koordinat Pongni Mualem ini juga mengajak seluruh masyarakat memilih H. Alamsyah M.Gayo pada pilkada Aceh 2017 mendatang sebagai Bupati Aceh Tengah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*