Rocky dan Nektu, Antara Aceh Timur Beres Bekerja dan Aceh Timur Jelas Berwacana

Aceh Watch| Membangun Aceh Timur bukanlah perkara mudah, pintar dan baik saja tidaklah cukup, butuh orang-orang pemberani seperti Hasbalallah M.Tahib dan Syahrul Syamaun yang dapat membangun Aceh Timur . Mereka telah terbukti sebagai sosok pemberani dan tepat dalam mengambil keputusan. Salah satunya adalah ketika Rocky memutuskan untuk memindahkan roda pemerintahan Aceh Timur dari Langsa menuju tempat semestinya, yakni Aceh Timur.

Banyak pemimpin daerah lain yang tidak berani dan mampu melakukan hal tersebut, sebut saja wacana perpindahan roda pemerintahan Provinsi Aceh, wacana perpindahan roda pemerintahan Aceh Besar dan wacana perpindahan ibukota negara Indonesia. Wacana perpindahan  roda pemerintahan  wilayah tersebut sampai sekarang masih  sebatas wacana dan belum pernah terlaksana.

Dari contoh diatas  maka dapat kita simpulkan, Rocky patut kita sebut sebagai pemimpin yang pemberani. Gaya kepemimpinan Rocky yang cerdas, tegas dan selalu meminta pendapat ulama dalam berbuat telah menghasilkan beberapa program yang sudah dinikmati warga Aceh Timur dengan suka cita, kecuali anti Rocky yang tidak peduli dengan keberhasilan Rocky. Bupati yang diusung Partai Aceh ini  memiliki prestasi yang patut kita banggakan, membuka daerah terisolasir, membangun pusat olah raga, rumah sakit dan banyak lainnya yang tak mungkin kita tuliskan satu persatu. Artinya, Aceh Timur Beres mungkin lebih nyata dibandingkan wacana Aceh Timur Jelas yang absurd tanpa bukti.

Jadi jika Auzir Fahlevi mengatakan bahwa Rocky dinobatkan sebagai calon bupati yang diusung PA karena faktor kedekatan dan kegesitan membangun komunikasi dengan Muzakkir Manaf selaku ketua umum partai aceh, maka Sebagai pendukung Rocky saya tidak membantah pernyataan Auzir, bagi saya secara tidak langsung Auzir telah mengakui keunggulan Rocky dalam melakukan komunikasi dan lobby. Seorang pemimpin memang semestinya memiliki komunikasi dan lobby yang baik, dan pada akhirnya saya mengucapkan terima kasih pada Auzir yang telah mengatakan bahwa komunikasi dan Lobby Rocky lebih baik dibanding Nektu.

Kemudian jika dilihat dari kenyataan lainnya, Rocky bukan hanya mendapat dukungan dari Mualem, namun dukungan para ulama kharismatik Aceh pun di dapatnya  untuk kembali menjadi bupati pada periode selanjutnya. Di peusijuk oleh tujuh ulama kharismatik saat hendak mendaftar ke KIP Aceh Timur merupakan salah satu bukti nyata, bahwa tidak ada penolakan dari para ulama terhadap pencalonan kembali Rocky.

Selain itu jika dilihat dari kalkulasi dukungan politik lainnya, pada Pemilu Legislatif yang lalu, di Aceh Timur, Nektu memang peraih suara terbanyak caleg dari PA. Namun Jika kita melihat dari jumlah suara pada Pilkada Bupati Aceh Timur sebelumnya dan jumlah suara pileg yang lalu, kekuatan Rocky-Linud juga masih unggul telak dari Nektu polem.

Pada Pilkada Bupati yang lalu, dari 179.210 jumlah suara sah, pasangan Rocky Linud mampu meraup 106.974 suara. Sementara jika dihitung dari jumlah pemilu legislatif yang lalu dari 175.072 jumlah suara sah, Nektu mendapat 19. 849 suara sah dan Polem mendapat 2.656 suara sah, jika suara mereka digabung, artinya ada 22.505 suara sah.

Bukan hanya itu jika dilihat dari kalkulasi dukungan parlemen, Rocky juga kembali lebih unggul. Nektu maju melalui jalur independen dengan dukungan 20.881 KTP, kemudian ditambah dukungan dari kekuatan koalisi partai Partai Nasional Aceh (2 kursi), Partai Nasdem (5 kursi), Partai Golkar (2 kursi), PPP (2 kursi) dan PDIP (0 kursi).

Sementara paslon Rocky-Linud yang maju melalui jalur politik mendapat dukungan dari Partai Aceh meraih 23 kursi, Partai Gerindra memperoleh 5 kursi,PKS (0 kursi),PAN (0 kursi). Jika dilihat dari jumlah kursi, maka pasangan Rocky Linud unggul telak.

Dilihat dari fakta diatas, bagi saya calon bupati yang masuk fase “Belajar Melangkah” akan kesulitan dan akan tertinggal jauh dengan calon lain seperti Hasballah M.Thaib (Rocky). Beda kelas antara Nektu jauh dibawah Rocky dalam berbagai hal yang berkaitan dengan prestasi.

Pernyataan ini bukan bermaksud mengerdilkan Nektu itu sendiri akan tetapi sebagai cambuk kita untuk tahu diri dalam posisi apa mesti dilakukan, apalagi berkaitan dengan calon pemimpin Aceh Timur sebagai salah satu kabupaten tertua di Aceh. Intinya adalah Aceh Timur bukanlah tempat untuk mencoba-coba.

Namun saya tetaplah mengapresisasi Nektu yang telah maju menjadi cabup pada pilkada 2017 mendatang. Saya percaya sebagai calon bupati Nektu dan Rocky tentunya memiliki tujuan dan flatform yang sama, yaitu sama-sama untuk membangun Aceh Timur. Tapi dalam pemilihan nanti , semua kembali kepada penilaian kita. Kita telah melihat bagaimana Rocky diamanahkan jadi bupati, dan bagaimana Nektu di amanahkan jadi anggota dewan. Dari hasil amanah yang pernah mereka emban, kita bisa melihat siapa yang telah bekerja dan siapa yang hanya berwacana saja.

Tulisan yang dimuat di Rubrik Warga Menulis ini di tulis oleh Tgk Snowden, Aktivis Aceh Bergerak

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*