Kisah Rocky Yang Melindungi Ulama Kharismatik Aceh Dari Upaya Penculikan Kelompok Salek Buta

Aceh Watch| Siapakah calon bupati Aceh Timur yang didukung ulama pada Pilkada Aceh Timur 2017 mendatang? Tentu saja dengan mudah kita menjawabnya Hasballah M. Thaib atau biasa kita sapa Rocky. Mengapa para ulama sangat mendukung Rocky untuk terpilih kembali menjadi Bupati Aceh Timur? Selain karena Hasballah M.Thaib sukses menjadikan Aceh Timur lebih baik, Rocky juga di nilai oleh para ulama sebagai figur yang peduli dengan kemajuan Islam dan melindungi para ulama di Aceh Timur dari gangguan orang-orang yang membenci ajaran Ahlus Sunnah Wal Jama’ah (ASWAJA).

Mungkin banyak anak muda Aceh Timur yang tidak mengetahui sebuah kisah yang terjadi paska damai. Sebuah kisah tentang rencana penculikan para ulama di Aceh khususnya Aceh Timur.

Pada 2015 lalu, saat perdamaian Aceh baru berlangsung beberapa bulan, ada sebuah pergerakan kelompok tak dikenal yang ingin menculik ulama kharismatik Aceh Abu Wahab Keude Dua. Penculikan yang hendak dilakukan oleh kelompok tersebut sangatlah aneh, mengingat Abu hanyalah sosok pengamal Tassauf yang tidak bersinggungan dengan pemerintah maupun politik).

Kabar rencana penculikan tersebut membuat para santri dayah di Aceh Timur, khususnya Idi dan sekitarnya bersama masyarakat menjadi sangat waspada saat itu, mereka juga berusaha untuk menggagalkan gerakan tersebut.

Beberapa pimpinan dayah menghubungi pihak Komite Peralihan Aceh (KPA) untuk membantu menjaga Abu Wahab Keude Dua. Rocky yang dihubungi oleh pimpinan dayah saat itu kebetulan sedang dalam perjalanan menghadap Mualem di Lhokseumawe. Kemudian melalui sambungan handphone, Rocky menceritakan kepada Mualem tentang persoalan yang sedang dihadapi oleh ulama dan sekaligus meminta maaf kepada Muallem karena Rocky tidak bisa melaksanakan perintah Muallem untuk menjumpainya di Lhokseumawe.

Laporan dari Rocky tersebut, di respon Muallem dengan sangat luar biasa, dia memberi perintah khusus kepada Rocky dan jajaran KPA untuk melindungi para ulama Aceh.

“Tolong jaga nyan Wareh para Nabi, leubeeh penteng let ureueng neuk ganggu ulama daripada meureumpok lon’ ujar Mualem.

Setelah mendapat arahan dari Muallem, dengan sigapnya Rocky yang pada saat itu menjabat panglima mmemberikan arahan pada jajarannya untuk melakukan koordinasi dengan dayah-dayah dan masyarakat sekitar untuk mengawal dan menjaga Abu Wahab Keudee Dua

Rocky heran mengapa para kelompok-kelompok itu ingin menculik ulama Aceh, apa salah ulama? Namun ada isu yang beredar bahwa kelompok yang ingin menculik ulama merupakan faksi agama islam yang lebih menyukai salek buta.

Salek buta adalah sebuah aliran keagamaan yang berkembang di Aceh yang banyak membahas masalah jalan menyatukan diri manusia dengan Allah, mencari hakikat diri dan lainnya, dimana paham akidahnya menyimpang dari garis yang benar yang sesuai dengan al-Qur’an dan Hadits serta paham kebanyakan umat Islam yaitu faham Ahlussunnah wal Jama’ah
Menurut alm Abuya Jamaluddin Waly, Salek Buta tidak diakui kebenarannya sehingga dinilai sesat, karena aliran tersebut mempertuhankan Nabi Muhammad dan juga mempertuhankan diri sendiri.

Itulah sebuah kisah yang tidak diketahui remaja yang ada di Aceh Timur, tentang mengapa Rocky sangat didukung ulama dan mengapa ada sekelompok orang yang sangat dendam serta anti dengan Rocky serta berusaha menggagalkan Rocky kembali terpilih sebagai bupat Aceh Timur untuk periode selanjutnya. Semoga informasi ini memberi pemahaman kepada generasi muda Aceh Timur untuk memahami sejarah yang pernah terjadi di Aceh Timur.

Tulisan yang dimuat di Rubrik Warga Menulis ini di tulis oleh Mohammed Syam, warga Sungai Raya Aceh Timur

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*