BERITA

TA Khalid : Kekuatan Bangsa Aceh Sedang Dilemahkan

Aceh Watch| Masyarakat Aceh harus menyadari, kondisi Aceh saat ini sedang diadu domba. Hal tersebut disampaikan oleh Calon wakil gubernur Aceh di pilkada 2016, TA Khalid, dalam orasi politiknya pada acara pengukuhan tim pemenangan PA di Sawang, Rabu malam 4 Januari 2016.

” kita sedang dipecah belah agar hasil perjanjian MoU Helsinki tidak  lagi menjadi fokus bersama, Ureung Aceh diadu domba. GAM diadu sesama GAM. Nyan harus ta sadari oleh geutanyoe mandum,” kata TA Khalid

Putra asli Pidie Jaya ini menuturkan, saat ini semua kandidat gubernur Pilkada 2017 memiliki hubungan dengan GAM.

“Tarmizi Karim didukung Sofyan Dawood dan Said Musatafa wakil dari Abdullah Puteh adalah eks Tripoli. Kemudian Apa Karya siapa bilang bukan GAM? Begitu juga dengan Doto Zaini dan Doto Irwandi  yang juga sudah dibesarkan menjadi Gubernur Aceh oleh GAM. Kita selalu menari dengan gendrang orang lain, coba simak dan kaji, kenapa disemua calon kandidat ada ex GAM yang menari-nari?” ujar TA dengan kalimat gantung.

Perjanjian MoU Helsinki tidak ada yang bisa menagih jika Aceh tidak lagi kuat,  Pusat tahu bahwa kekuatan Aceh ada pada GAM dan GAM akan hancur jika diadu dengan sesama GAM.

“Jinoe 5 kandidat lawan 1. Nyan sebab mengapa ureung Aceh harus kembali bersatu. Tajaga Partai Aceh sehingga janji di MoU Helsinki jeut ta tagih,” ujarnya.

“Pusat mantong itakot dengoe kekompakan ureung GAM. Nyan maop Aceh bacut teuk,bekle tameupake dan tameucrebre supaya MoU Helsinki dapat terealisasi dengan sempurna. Jika MoU Helsinki tidak terealisasi maka rasa kecewa karena merasa dikhianati dapat menjadi peluang Aceh konflik lagi, kita tidak ingin Aceh ribut lagi, maka marilah kita kawal bersama isi perjanjian damai MoU Helsinki agar Aceh menjadi sebuah negeri yang merdeka dalam bingkai NKRI” tutup TA Khalid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *