BERITA

Soal Teror Bom Di Dayah Bustanuz Tazkira Idi Rayeuk, IPPAT Aceh Timur Terpecah Dua

AcehWatch| Terkait ancaman teror bom yang terjadi saat peresmian Dayah Bustanuz Tazkira, Idi Rayeuk, Aceh Timur pada 4 Januari 2017 silam, Ikatan Pemuda Pelajar Aceh Timur (IPPAT) terpecah. Hal ini terlihat munculnya dua pandangan yang berbeda dari para petinggi organisasi milik pemuda dan pelajar Aceh Timur tersebut.

Seperti kita ketahui dari pemberitaan media, Wakil Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Aceh Timur (IPPAT), Riandani mengatakan, aksi teror bom terhadap Imuem Gampong Keude Blang, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur  saat aksi peresmian dayah oleh salah satu Calon Gubernur Aceh dan Calon Bupati Aceh Timur jangan dipandangan dari satu sisi.

Riandani  meyakini ada alasan-alasan tententu oleh si peneror bom dalam melakukan aksinya.

“Ulama dan dayah di Aceh harus bersikap netral pada Pilkada 2017, dengan kondisi perpolitikan kita yang seperti ini sangat tidak bagus bagi Ulama dan Dayah untuk memihak kepada sekelompok atau pada calon tertentu karena sikap keberpihakan tersebut akan merusak kesucian Ulama dan Dayah,” kata Riandani, Kamis 5 Januari 2017.

Ucapan Riandanipun mendapat teguran keras dari petinggi IPPAT lainnya, T. Darul Qutni selaku Waka II IPPAT, dan Musafir sebagai Waka III IPPAT.

Dalam pernyataan sikapnya Waka III IPPAT, Musafir meminta kasus teror bom yang terjadi kepada Tgk Usman Musa di Dayah Bustanut Tazkirah Gampong Keude Blang Kecamatan Idi Rayeuk Kabupaten Aceh Timur, tidak dijadikan bahan miring untuk ulama.

“Jangan kaitkan dan salahkan ulama dalam aksi ancaman teror bom tersebut, karena ulama tidak salah.  Saya rasa perlu iktikad baik dalam menafsirkan perihal ini, sebab kita sudah membicarakan ulama” kata Musafir

Hal senada disampaikan Wakil Ketua II IPPAT, T. Darul Qudni. Dia mempertanyakan dasar tuduhan yang mengklaim ulama sudah memihak pada Pilkada 2017. Menurut T Darul Qutni, hal yang lumrah dan wajar jika ulama memang berpihak karena mereka juga memiliki hak pilih.

“Dayah pun bukan lembaga pemerintah semacam dinas, ini perlu dicerdasi matang-matang. Ulama hanya berpihak pada kemaslahatan umat Islam,” kata Darul Qudni.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *