BERITA

TA Khalid : Aceh Butuh Pemimpin Berintegritas dan Komit Untuk Memperjuangkan MoU Helsinki

Aceh Watch| Untuk perubahan negeri ini diperlukan pemimpin yang berintegritas dan komit untuk memperjuangkan MoU Helsinki. Karena keamanan dan kedamaian  di Aceh sangat tergantung pada terealisasi atau tidaknya perjanjian MoU Helsenki itu sendiri. Demikian ditegaskan Calon Wakil Gubernur Aceh Nomor Urut 5, TA Khalid dalam kampanye akbar pasangan calon Bupati Abdya Erwanto -Muzakir ND  di Lapangan Pulau Kayu, Kecamatan Susoh.

“Karena setiap perjanjian itu adalah masalah dan bara api yang harus diselesaikan. Maka, Muzakir Manaf atau Mualem mencalonkan diri sebagai Gubernur Aceh dengan tujuan untuk menyelsaikan perjanjian MoU tersebut. Dan agar perjanjian tersebut tidak berlarut-larut dan menjadi masalah yang membuat Aceh bersimbah darah lagi,” ungkap TA Khalid dihadapan 50 ribu massa pendukung Erwanto -Muzakir ND dan Mualem-TA Khalid.

TA Khalid menambahkan untuk mencari pemimpin politik berintegritas, komit dan konsisten tidaklah gampang, karena perbedaan antara seorang pejuang politik dengan seorang pecundang politik sangatlah tipis.

“Sehingga Partai Aceh sebagai partai perjuangan pun sering kali terjebak dan salah dalam besarkan seseorang. Karena seorang pecundang akan bereaksi dan melawan saat keputusan PA tidak berpihak dan menguntungkan dirinya.

Makanya saat pilkada terjadi, yang menjadi lawan PA adalah orang yang telah dibesarkan oleh PA itu sendiri.

“Terlepas mereka-mereka yang telah mengambil manfaat dan dibesarkan oleh Partai Aceh kini telah berkhianat dan melawan Partai Aceh, tapi kita sebagai Bangsa Aceh tidak terkecoh dan mengikuti jejak mereka, karena pejuang tak pernah dilahirkan dari rahim pecundang, tubuh darah pengkhianat dipakai baju emas pun akan tetap berkhianat,” kata Khalid yang disambut yel..yel hidup PA, hidup Mualem.

Masih kata Khalid. “Kita harus menyadari bahwa Partai Aceh lahir sebagai alat perjuangan politik Bangsa Aceh pengganti senjata, karena itu seluruh masyarakat Abdya dan seluruh rakyat Aceh, baik bersuku Jawa, Batak, Minang dan bahkan Cina sekalipun, wajib menjaga dan memenangkan Partai Aceh agar perdamaian dapat terus terjaga dan membumi di Aceh,” tegas TA Khalid.

Itu sebabnya, terlepas plus-minusnya dan ada yang suka atau tidak terhadap Partai Aceh, namun harus disadari bersama bahwa hanya Partai Aceh yang dapat menagih dan menyelesaikan perkara perjanjian MoU Helsenki yang belum terealisasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *