BERITA

Karena Kautsar Bukan Mualem

ACEH WATCH | Eagle One mengangkasa. Pesawat Shark Aero yang dipiloti empunya, Irwandi Yusuf, Gubernur Aceh, membelah langit cerah berawan. Tapi tak ada Darwati A Gani di kursi penumpang. Tandem Irwandi saat terbang dari Simeulue ke Lhokseumawe kemarin adalah Muzakir Manaf, bekas wakil gubernur.

Kemesraan Irwandi dan Mualem, nama alias Muzakir, semakin kentara–Mualem tak seekspresif Irwandi dalam bermedia sosial–saat foto dan video keberadaan mereka direkam dari kabin kecil pesawat bermesin tunggal itu oleh Irwandi.

Meski sama-sama terlahir dari rahim Gerakan Aceh Merdeka, dalam berpolitik, Mualem dan Irwandi berseberangan. Mualem adalah pentolan Partai Aceh; partai lokal yang mendominasi kursi di parlemen seluruh Aceh. Sementara Irwandi memilih jalan berbeda dengan “induknya” saat mendirikan Partai Nasional Aceh.

Perseteruan dua partai ini mengental pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah 2017. Keduanya diusung oleh dua kutub politik berbeda. Gesekan antara keduanya merembet ke akar rumput. Tercatat sejumlah bentrok terjadi di beberapa daerah. Melibatkan kader-kader dan simpatisan dua partai ini

Perseteruan ini bahkan memaksa sejumlah pejabat lembaga telik sandi di Aceh untuk mempertemukan keduanya. Meminta Mualem dan Irwandi untuk meredakan tensi politik yang semakin meninggi. Langkah ini cukup sukses. Hingga Irwandi dan Nova Iriansyah, wakil gubernur, terpilih dan dilantik, tak ada bentrok antarpendukung. Mualem dan petinggi partai pengusung, terutama Partai Aceh, menerima hasil tak mengenakkan ini.

Mungkin ini pula yang menjadi pertimbangan Kautsar Bin Muhammad Yus saat mendeklarasikan dukungan terhadap pemerintahan baru Irwandi-Nova. Sebagai Ketua Fraksi Partai Aceh di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, seperti dikutip dari serambinews.com, Kautsar berharap seluruh elemen bersatu menjadikan pemerintahan ini lebih kuat.

Pernyataan ini membuat petinggi Partai Aceh kebakaran janggut. Bantahan bermunculan. Juru Bicara Partai Aceh Suadi Sulaiman, misalnya, menyatakan bahwa pernyataan Kautsar adalah pernyataan pribadi. Dukungan Kautsar, kata Suadi, tak mewakili sikap partai.

Sementara Wakil Ketua Dewan Pengurus Aceh (DPA) Partai Aceh Kamaruddin Abubakar, seperti dikutip acehterkini, menuding pernyataan Kautsar itu berlebihan dan keterlaluan.Sebagai konsekuensi, Kautsar pun didepak dari kursi ketua fraksi.

Melihat rentetan kemesraan Irwandi dan Mualem ini, tentu sulit membayangkan perasaan Kautsar. Sepertinya, Partai Aceh hanya bersikap tegas saat berhadapan dengan kader muda yang mencoba mendorong demokrasi Aceh ke arah yang lebih baik. Namun melembek saat “dukungan” itu datang langsung dari sang panglima. Langkah Kautsar saat mendukung pemerintahan Irwandi-Nova tepat, tapi sayang, dia bukan Mualem.(sumber: kba.one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *