Kasus suporter Persita tewas dinilai ganggu hubungan masyarakat & TNI

Aceh Watch| Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko memberi tanggapan terkait tewasnya suporter Persita Tangerang yang diduga dianiaya oleh suporter TNI di Cibinong, Bogor. Menurutnya, hal tersebut seharusnya tidak boleh terjadi lagi karena bisa mengganggu harmonisasi di masyarakat.

“Ya enggak boleh lah, itu enggak benar. Ya ditindak tegas saja yang seperti itu. Mengganggu harmonisasi hubungan antara masyarakat dengan TNI,” tegasnya usai menghadiri acara UMKM di Menteng,¬†Jakarta¬†Pusat, minggu (15/10).

Moeldoko juga mengingatkan tentang semboyan bahwa ‘bersama rakyat TNI kuat’. Sehingga hal-hal seperti itu diharapkannya tidak terjadi lagi ke depannya. “Kan kita bersemboyan bersama rakyat TNI kuat,” ucapnya.

Jenderal bintang empat itu juga mengimbau kepada semua suporter agar tak buat keributan saat menyaksikan pertandingan¬†sepakbola. “Ya itu imbauannya semuanya bukan cuma TNI ya, suporter di mana-mana juga beringas. Harusnya yang diributkan tuh prestasinya bukan kita ributkan suporternya. Kita bukan prihatin sama prestasinya, ini malah suporter yang selama ini diributkan,” jelasnya.

Mantan Pangdam Siliwangi itu juga mengatakan hubungan yang harmonis. “Intinya begini, bahwa hubungan yang harmonis kepada siapa pun oleh siapa pun itu sangat diperlukan,” tuturnya.

“Jadi yang di atas juga memberikan contoh yang bagus dan yang di bawah itu bisa menjalankannya. ‘Kebetulan yang di atas berkelahi yang di bawah juga berkelahi’, artikan sendiri,” ungkapnya.

Diketahui sebelumnya kericuhan antar suporter Persita dengan PSMS Medan terjadi di Stadion Cibinong, Bogor pada Selasa (11/10) lalu usai pertandingan. Akibat kericuhan itu beberapa suporter luka-luka, bahkan ada yang meninggal dunia

NONTON VIDEONYA

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*