Naskah Asli MoU Helsinki Ternyata Disimpan di Swedia

Aceh Watch| Wali Nanggroe Aceh, Paduka yang Mulia Malik Mahmud Al Haytar menyatakan masih menyimpan naskah asli dari kesepakatan damai antara Pemerintah Aceh dan Gerakan Aceh Merdeka yang ditandatangani di Helsinki, Finlandia, 15 Agustus 2005.

“Ada itu tapi di Swedia, saya ikut menandatangani mewakili Gerakan Aceh Merdeka. Jumlahnya [naskah] hanya satu saja,” ujar Malik Mahmud .

Naskah tersebut, kata Wali Nanggroe, disimpan di brankas arsip almarhum Teungku Hasan Tiro. Usai penandatanganan, Malik menyerahkan naskah tersebut kepada Hasan Tiro.

“Itu kan waktu almarhum Wali Nanggroe masih hidup. Semuannya disimpan di dalam arsipnya dan banyak sekali. Nantilah kita bawa pulang, semoga menjadi historilah.”ungkapnya

Keterangan Malik ini menjadi penjelas keberadaan naskah asli yang berada di tangan delegasi GAM. Pada 2009, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan ada tiga naskah asli yang dihasilkan dalam perundingan kala itu. Masing-masing dipegang Hamid Awaluddin (delegasi RI), Martti Ahtisaari (mediator dari CMI), dan Malik Mahmud (delegasi GAM). “Kita tidak mau seperti Supersemar [Surat Perintah Sebelas Maret]. Orang bertengkar satu halaman, dua halaman, tapi aslinya hilang,” ujar Kalla saat itu.

Naskah asli MoU Helsinki yang dipegang Kalla tertulis dalam bahasa Inggris, disertai terjemahan bahasa Indonesia. Baru pada 2009 Kalla menyerahkan naskah asli kepada Menteri Sekretaris Negara Hatta Radjasa. Oleh Hatta, selanjutnya naskah itu disimpan ke Arsip Nasional. Berbeda dengan undang-udang lain, kata Hatta, naskah itu tak akan diberi nomor dalam lembaran negara.

Berikut kami menurunkan naskah Perjanjian Damai antara GAM dan RI

1. MoU Helsinki dalam Bahasa Indonesia
2. MoU Helsinki dalam Bahasa Inggris

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*