Mahasiswa Muda Yang Membuat Pendukung Fanatik Buta Rezim Irwandi Panik

sumber foto: Hendra Keumala AcehTrend

Aceh Watch| Usianya masih sangat muda, namun siapa sangka perempuan berjilbab hitam itu adalah pimpinan aksi protes terhadap lemahnya kinerja Pemerintahan Aceh, (Sabtu,23/12/2017)

Menurut para mahasiswa tersebut, Pemerintah Aceh belum mampu menghadirkan kesejahteraan di tengah kehidupan masyarakat Aceh.

“Hampir tidak ada solusi yang dihadirkan untuk mengentaskan kesenjangan sosial yang terjadi di Aceh. Menurutnya hal ini dibuktikan dengan lemahnya pengawasan pemerintah terhadap sektor pasar, yaitu kebutuhan pokok masyarakat yang kian hari terus melambung. Masyarakat terbebani dengan tingginya harga bahan pokok terlebih lagi melemahnya daya beli.” kata Ninies Ariska secara tegas dalam orasinya.

Para Demonstran muda itu telah membuat mahasiswa kembali hadir menunjukan identitas dan jati dirinya sebagai pejuang keadilan, penyambung lidah rakyat, martir revolusi pembungkaman kedzaliman.

Mahasiswa mewakili aspirasi rakyat, menyampaikan kejengahan rakyat yang dipimpin rezim “pesawat capung”. Rezim yang lebih suka membicarakan persoalan pesawat dibandingkan membicarakan persoalan sulitnya masyarakat gampong memperoleh akses transportasi dipedalaman Aceh.

Walau hanya berjumlah belasan orang, namun aksi protes mereka telah membuat kuping rezim dan pendukung fanatik butanya memerah panas.Alih-alih menerima kritikan dan menjawab persoalan dengan bijak, gerakan mahasiswa yang mengkritisi kinerja Gubernur Irwandi Yusuf tersebut malah disambut dengan cemooh, bahkan celaan tak beretika dari pendukung fanatik butanya.

Bagi Mahasiswa,cemooh di tengah-tengah fitnah pergerakan merupakan hal yang biasa dan tak akan membuat mereka surut. Para Mahasiswa tersebut tetap tegak mengabarkan posisi dan komitmennya untuk membela rakyat, di saat sebagian kutil revolusi merapat ke istana, disaat sebagian kutu loncat berebut gizi dan imun kekuasaan.

Tulisan yang dimuat dirubrik warga menulis ini dikirim:
Munzir
Pernah Jadi Mahasiswa.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*