Kautsar, Bukan Pemuda Biasa

Aceh Watch| Pemuda itu bernama Kautsar Muhammad Yus. Beliau adalah politisi Partai terkuat di Aceh. Sejak 2014 hingga pertengahan 2017 ia dipercaya sebagai Ketua Fraksi Aceh. Pada Pilkada 2017 lalu, masyarakat Aceh melangsungkan Pilkada 2017. Sebuah pesta demokrasi untuk memilih pemimpinnya.

Partai Aceh sebagai peserta Pilkada 2017 lalu mengalami kekalahan. Sebuah kekalahan yang tentunya menyakitkan bagi para Kader Partai Aceh dan pendukungnya. Namun ada sesuatu yang menarik usai kekalahan tersebut, sebuah sikap elegant yang patut dicontoh bagi siapapun yang mengalami kekalahan.

Saat itu sebagian masyarakat Aceh masih terpecah belah, Kautsar muncul dengan sikapnya penuh semangat, harapan dan cita-cita para orang tua dahulu, yakni sebuah Aceh yang Hebat, Aceh yang sejahtera, Aceh yang Maju dan Aceh yang bahagia warganya. Sebuah harapan dan cita-cita yang hanya bisa tercapai jika masyarakat Aceh dan para elitnya bersatu dalam satu kesatuan.

Kamis, 6 April 2017, disebuah daerah di Banda Aceh, dalam wawancara khusus oleh sebuah media lokal terbesar di Aceh, Kautsar mengatakan bahwa Partai Aceh siap berkoalisi dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Aceh, Irwandi-Nova.

“ Saya berbicara atas nama ketua Fraksi Partai. Kita semua harus move on. Semua yang terlibat dalam pilkada sudah saatnya kita saling bergandeng tangan untuk membawa Aceh ini ke arah yang lebih baik”. Statement tersebut kemudian di muat di harian Serambi pada 7 Apri 2017 dengan judul  “Fraksi partai Aceh Siap Dukung Irwandi”

Publik pun menjadi heboh dan terpecah, Ada yang tidak setuju dan ada yang mendukung sikap Kautsar.

Esoknya, sikap mantan Aktivis 98/99 ini mendapat respon dari Wakil Ketua DPA Partai Aceh, Kamaruddin Abubakar (Abu Razak).

“Partai Aceh memiliki mekanisme tersendiri dalam mengambil keputusan, sampai saat ini PA belum mengambil keputusan apapun dan memberikan instruksi kepada fraksi Partai Aceh di DPRA, Abu Razak meminta jajaran PA diseluruh Aceh bersabar, jangan terprovokasi dengan pernyataan pribadi seseorang dan pihak lainnya” ujar Abu Razak.

Pada tanggal 28 April 2017, Kautsar, bukan pemuda biasa itupun terhempas dari kursi ketua Fraksi atas sikapnya. Beliau diganti oleh koleganya Iskandar Usman Al Farlaky.

Menurut Kautsar, Al-Farlaky merupakan sosok politisi muda potensial yang dimiliki PA.Beliau adalah orang yang tepat untuk mengganti posisinya sebagai ketua Fraksi.

Tiga bulan setelah itu, tepatnya Jumat, 21 Juli 2017. Sebuah moment semangat persatuan yang di impikan oleh Kautsar itu akhirnya terjadi.

Sehari setelah Irwandi dilantik jadi Gubernur, sebuah foto yang beredar disosial media menjadi kembali menjadi perbincangan Netizen. Foto Irwandi terbang bersama Mualem menuju Simelue. (Namun tentunya hal ini tidak mendapat respon seperti yang dialami oleh Kautsar sebelumnya).

Dalam bahasa Politik, kebersamaan Mualem dan Irwandi itu merupakan sebuah simbol. Simbol persatuan yang diharapkan oleh Kautsar dan Orang Tua Aceh lainnya. Persatuan adalah salah satu syarat menuju Aceh hebat.

Persatuan elit Aceh itu sepertinya membuat beberapa golongan kepanasan, mereka  tidak ingin para mantan GAM tersebut bersatu padu. Persatuan sesama GAM tentunya beresiko bagi kepentingan mereka. Hingga beberapa momen pun muncul untuk dieksploitasi sebagai alat menuju perpecahan. Misalnya ketika sebuah video dengan caption judul provokasi tentang Mualem dan rombongannya yang dihadang dijalan disebuah kampung. Saat itu karena ketidaktahuan pengemudi, rombongan Mualem melintas secara berlawan djalan yang semestinya satu arah. Dalam video tersebut Mualem terlihat bersahaja. Tidak satupun keluar kata-kata ketika rombongannya diteriak-teriakin oleh para pemuda yang menghadangnya. Mualem menyuruh pengemudinya untuk menuruti permintaan para pemuda itu berbalik arah.

Padahal jika Mualem mau, sebagai mantan Wagub dan Panglima GAM bisa saja dia melawan para pemuda itu. Yang kedua adalah moment ketika Mualem diduga mabuk pesawat. Moment tersebut kemudian diviralkan dimedia sosial. Beragam kata-kata celaan,tendensius dan merendahkan muncul di sosial media Aceh. Kondisi yang terjadi itu, tentu saja membuat para masyarakat pendukung Mualem merasa tersakiti. Para masyarakat pendukung yang awalnya sudah mulai bersatu kembali terpecah belah. Persatuan yang diimpikan Kautsar dan orang-orang tua dulu pun hilang seketika. Kini masyarakat kembali renggang, dan golongan yang tidak suka adanya persatuan itu pun menjadi senang gembira.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*