BERITA DAERAH

Kamaruddin, SH: Menjaga Keutuhan UUPA untuk Martabat Aceh

Aceh Watch| Nama Kamaruddin, S.H. tidak bisa dilepaskan dari kemenangan rakyat Aceh dalam permohonan judicial review UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Kamis (11/1) lalu, Mahkamah Konstitusi memutuskan memenangkan permohonan peninjauan Pasal 557 ayat (2) dan Pasal 571 UU tersebut. MK menilai kedua pasal tersebut bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat.

Kamaruddin dalam permohonan judicial review tersebut berperan sebagai koordinator tim pengacara. Seusai MK resmi memenangkan gugatannya tersebut, Kamaruddin segera keluar ruangan dengan senyum mengembang. “Alhamdulillah, rakyat Aceh menang,” ujarnya singkat.

Kamaruddin putra asli Aceh. Februari mendatang usianya genap 41 tahun. Lahir dan besar di Aceh Timur, jalan hidupnya seolah diserahkan untuk memperjuangkan masyarakat Aceh. Baru-baru ini pun Kamaruddin memutuskan untuk maju ke ajang pemilihan legislatif pada 2019 mendatang melalui Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ia memutuskan menjadi caleg PSI untuk Dapil II Aceh.

“Salah satu alasan saya untuk maju ke DPR RI ialah untuk memastikan kemajuan dan kesejahteraan bagi rakyat Aceh,” kata Kamaruddin suatu ketika.

Sarjana Hukum lulusan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini bukan pemain baru untuk urusan membela kepentingan orang banyak. Sejak kuliah ia banyak terlibat dalam gerakan-gerakan advokasi kemasyarakatan. Ia, misalnya, pernah bergabung bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta. Dia pula yang menjadi salah satu pengacara yang mengawal kasus pembunuhan wartawan Yogyakarta, Udin.

Di LBH Yogyakarta Kamaruddin dipercaya memegang sejumlah posisi. Mulai dari Staf Program hingga Kepala Bidang Operasional. Di luar itu, ia juga aktif di Independent Legal Aid Institute (ILAI) Yogyakarta.

Tapi toh itu tidak berlangsung lama. Keinginan untuk memajukan tanah kelahirannya memanggilnya pulang ke Aceh. Pada tahun 2005 ia bergabung dengan LBH Banda Aceh dan diangkat sebagai Wakil Direktur Bidang Internal.

Pada masa-masa inilah kontribusi Kamaruddin untuk Aceh mulai tertanam. Ia menjadi salah satu anggota Tim Penyusunan Qanun Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh dari koalisi masyarakat sipil. Ia juga pernah menjadi anggota Tim Penyusunan Qanun Pertanahan Aceh. Ia bahkan diangkat menjadi Ketua Dewan Pendiri Layanan Bantuan Hukum Aceh.

Pada kurun 2011-2012, Kamaruddin memperjuangkan hak-hak masyarakat dalam perkara konversi lahan gambut Rawa Tripa di Aceh. Saat itu ia bergabung bersama Tim Pengacara Wahana Lingkungan Hidup (WALHI). Perhatiannya terhadap lingkungan ia buktikan dengan menjadi anggota Tim Pengacara Badan Pengelolaan Kawasan Ekosistem Leuseur (BPKEL) Aceh.

Menjaga Keutuhan UUPA untuk Martabat

Bagi Kamaruddin, mempertahankan dan memperjuangkan UUPA di MK merupakan panggilan hidup. Di matanya, UUPA memiliki arti yang cukup besar bagi masyarakat Aceh yang puluhan tahun pernah harus hidup dengan konflik berkepanjangan.

“Sebagai anak yang lahir dan besar di Aceh, saya mengerti betul apa itu artinya ‘kedamaian’. Sejak saya kecil, kedamaian menjadi istilah yang saya—dan rasanya juga bagi orang-orang Aceh lainnya—dambakan,” tulis Kamaruddin dalam status media sosialnya.

Kepada Dapil.ID Kamaruddin mengatakan, baginya UUPA bukan melulu berbicara politik. Lebih dari itu, di dalamnya tersimpan amanat untuk memajukan dan menyejahterakan rakyat Aceh.

“UUPA kerap dijadikan alat politik, bukan alat kesejahteraan. Padahal, klausul-klausul UUPA banyak sekali yang membicarakan kesejahteraan. Ini yang seharusnya menjadi fokus dan perlu kita pertahankan,” ucap Kamaruddin.

Untuk itulah ia kemudian memutuskan untuk bergabung ke PSI. “Saya memutuskan maju ke DPR RI mewakili Dapil Aceh II. Kedudukan Aceh harus diperkuat di parlemen pusat, mengawal dan menjaga agar implementasi UUPA berorientasi pada kesejahteraan rakyat Aceh,” tuturnya.

Bagi Kamaruddin, mempertahankan dan memperjuangkan keutuhan UUPA merupakan salah satu cara untuk menjaga kedamaian, kesejahteraan, dan martabat rakyat Aceh.(dapil.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *