BERITA DAERAH

Lahan Untuk Jalan Tol Aceh Mulai Diukur

Aceh Watch| Pembangunan jalan tol Aceh ruas Banda Aceh-Sigli sepanjang 74,2 Km memasuki tahapan pengukuran lahan yang terkena proyek ini. Mulai dari di tiga Kecamatan di Aceh Besar, yaitu Blangbintang, Montasik, dan Indrapuri. Sedangkan rencana pembangunan jalan tol itu mulai dari Gampong Lambada Lhok, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar hingga Padang Tiji, Pidie.

Asisten II Setda Aceh, dr Taqwallah MKes menyampaikan hal ini kepada Serambi, Kamis (18/1) seusai meninjau lokasi pengukuran lahan itu di tiga kecamatan tersebut. “Menurut penjelasan pihak Satgas Pembebasan Tanah Kanwil BPN Aceh, target pengukuran bulan ini, 500 bidang dari 2.300 bidang tanah yang akan dibebaskan,” kata Taqwallah.

Taqwallah menjelaskan tinjauan yang mereka lakukan itu diperlukan sebagai laporan atas kemajuan proyek ini yang akan dilaporkan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf kepada pemerintah pusat. Begitu juga jika ada hambatan di lapangan. Pasalnya, ini merupakan salah satu proyek strategis infrastruktur nasional di Aceh. “Hasil pantauan kami di lapangan, sampai kini belum ada kendala berarti,” ujar Taqwallah.

Dikonfirmasi terpisah, Satker Pengadaan Tanah Jalan Tol Aceh, Alvi mengatakan lahan di tiga kecamatan yang sudah mulai diukur itu masuk dalam prioritas pertama. Pasalnya pembangunan fisiknya akan dimulai di kawasan tersebut karena kawasan itu tak banyak rintangan.

“Jumlah bangunan berupa rumah penduduk, masjid, meunasah, fasilitas pendidikan, kesehatan, sosial, dan lainnya sangat sedikit. Jadi pembebasan tanahnya bisa lebih mudah dan cepat selesai,” kata Alvi.

Alvi menambahkan selesai pengukuran lahan, maka tim pengukur dari Kanwil BPN Aceh bekerja sama pihak Kantor BPN Aceh Besar mengumumkan luas lahan yang sudah diukur itu. Pengumumannya melalui papan pengumuman di meunasah atau masjid maupun di berbagai tempat fasiltas publik lainnya.

“Masyarakat yang merasa luas tanahnya belum sesuai surat tanah yang dimiliki, maka bisa mengajukan protes kepada Tim Pengukur BPN yang buka posko di desa atau kecamatan setempat. Tujuannya agar bisa diperbaiki sebelum pembayaran secara tunai melalui rekening bank. Pemilik yang ukurannya tanahnya sudah sesuai surat tanah, maka akan diminta nomor rekening bank untuk transfer pembayaran,” jelasnnya.

Adapun jadwal pembayaran lahan, kata Satker Pengadaan Tanah Jalan Tol Aceh, Alvi akan dimulai 15 Februari 2018. Saat ini, pihaknya sedang di Jakarta membahas penyediaan pagu anggaran untuk pembayaran semua lahan yang terkena lintasan proyek itu. Selanjutnya, jika tahapan tersebut sudah selesai, baru mulai pembuatan dokumen detail engineering design (DED) atau perencanaan fisiknya.

“Dalam waktu dekat ini, Konsultan Perencana dan Pengawas yang akan menjadi mitra PT Hutama Karya dalam proyek ini akan datang ke Aceh untuk membuat desain gambar badan jalannya. Lokasi yang akan ditinjau di lokasi yang pengukuran lahannya sudah selesai, antara lain di Kecamatan Blang Bintang, Montasik, dan Indrapuri,” sebut Alvi. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *