Martini Perempuan Pemberani dari Partai Aceh

Aceh Watch| Martini adalah kader perempuan Partai Aceh. Ia resmi dilantik sebagai  anggota DPRA pada Rabu 17 Januari 2018. Beliau menjadi anggota DPRA setelah proses usulan pergantian antar waktu saudara Jainuddin.

Usai dilantik sebagai anggota DPRA,  Martini langsung bekerja sesuai fungsinya. Beliau paham bahwa kini ia memiliki wewenang untuk melakukan pengawasan kinerja pemerintah Aceh.

Bagi Martini, Fungsi pengawasan bisa dikatakan telah berjalan dengan baik apabila DPRA dapat mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak sesuai dengan kepentingan rakyat. Usai dilantik, Martini terus bekerja “gaspull”.

Ia bahkan terlihat mengkritik sangat keras pemerintahan Irwandi Yusuf. Bahkan kritikannya sangat vulgar. Dalam istilah Aceh “Kiban crah, meunan beukah“Itulah sosok Martini

“APBA di permainkan… Kewenangan Aceh di sia2 kan…Kalheuh lon pegah Gubernur yg nyoe hana jelas… Dia sama sekali tidak menghargai keputusan dari Anggota Dewan DPR Aceh yg terdiri 81 orang dari Berbagai fraksi perwakilan seluruh Aceh….Akhirnya pembangunan segala bidang terhambat…” kritik Martini pada pemerintahan Irwandi.

Bukan itu saja, Perempuan Aceh ini berani berani mempublish kepublik fotonya di dalam gedung DPR Aceh dengan bendera Aceh Bulan Bintang. Sesuatu yang tidak semua anggota parlemen berani melakukan secara terang-terangan.

Diakui atau tidak, Martini merupakan perempuan yang paling berani dan vokal di DPR Aceh saat ini.

Politisi Perempuan dari Aceh Timur ini selalu berada di garda depan memperjuangkan apa yang harus dimiliki oleh bangsa Aceh. Pilihan untuk melantik Martini sebagai anggota DPR Aceh merupakan pilihan yang tepat. Kini Partai Aceh memiliki perempuan pemberani di Parlemen Aceh

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*