BERITA OLAHRAGA

Putra Aceh Yang Menjadi Pemain Top Timnas Qatar

Aceh Watch| Nama Andri Syahputra menjadi buah bibir setelah pesepakbola kelahiran Aceh tersebut memilih bergabung dengan Timnas Qatar U-19. Benarkah PSSI dan Kemenpora kecolongan terkait potensi pemain Indonesia di luar negeri?

Andri mendapat sorotan setelah tampil bersama Qatar di laga persahabatan kontra Timnas Inggris U-18.

Berikut fakta-fakta mengejutkan Andi Syahputra.

1. Asli Indonesia, Tinggal di Qatar

Andi Syahputra lahir di Indonesia. Tepatnya di Lhoksumawe pada 29 Juni 1999. Menurut ayahnya, Agus Sudarmanto, dia dan Andri sempat tinggal di Indonesia dari tahun 1997 sampai 2005. Ketika Andri berumur 7 tahun, dia pindah ke Qatar karena pindah bekerja di salah satu perusahaan di negara itu, RasGas.

2. Dari Al-Khor ke Al-Gharafa

Awalnya Andri bermain di klub Al-Khor. Tampil bagus di sini, bakatnya langsung dilirik oleh salah satu klub elite di Qatar Star League (QSL), Al-Gharafa. Tak butuh lama, pemain yang menyukai nomor 10 ini berhasil masuk Aspire Football Academy Qatar – lembaga pengembangan sepakbola pemain muda yang salah satunya bekerja sama dengan federasi sepakbola Italia, FIGC.

3. Langganan Pemain Terbaik dan Top Skor

Bakat Andri ternyata memang luar biasa. Sepanjang 2009 sampai 2016 di Aspire Academy dan Al-Gharafa SC, Andri langganan menyabet gelar The Best Player dan Top Skor U-17 (2013, 2014, 2015).

“Tahun 2016 dia cedera empat bulan, perawatan jadi nggak dapat top skor,” kata Agus. Mei tahun lalu Andri naik ke meja operasi, tetapi sudah bisa merumput lagi pada bulan September membela Al-Gharafa U-19 musim 2016-17.

4. Pemain Serba Bisa

Kelebihan Andri yang lain adalah kemampuan adaptasinya yang di atas rata-rata. Dia bisa dimainkan di berbagai posisi sesuai kebutuhan tim. Entah itu main di sisi luar lapangan sebagai sayap murni, dipatok sebagai goal getter di depan gawang lawan maupun playmaker di tengah yang bertugas mengatur permainan tim.

5. Langganan Menjebol Gawang Klub Eropa

Nama Andri juga terpantau oleh klub-klub elite Eropa. Sebabnya tak lain adalah karena ‘hobinya’ membobol gawang klub-klub elite itu. Dalam sejumlah uji coba melawan PSG, Celta Vigo, dan Sporting Gijon, Andri tak pernah absen mencatatkan diri di daftar pencetak gol.

6. Berlaga di 3 Level Usia dan Debut Tim Senior

Usai sembuh dari cedera, Andri semakin melesat. Andri dipercaya main untuk 3 tim sekaligus: U-19, U-23 dan tim senior Al Gharafa SC. Saat ini Andri sudah mengemas 12 gol di tim U-19 Liga Qatar 2016-2017.

7. Debut Tim Senior

Catatan istimewa ditorehkan tanggal 21 Januari 2017. Andri menjalani debut bersama tim senior di QSL, masuk di menit terakhir saat tampil di kandang sendiri melawan Al-Shahaniya. Ingat, umurnya baru 17 tahun!

Seminggu kemudian dia bahkan bisa bermain melawan klub yang diperkuat Xavi Hernandez, Al-Sadd. Meski kalah, itu sebuah loncatan besar dalam kariernya. Uniknya, nama Andri di situs Transfermarkt ditulis dengan ‘Andrea Agos Sdr Mento’.

8. Kuliah di Qatar

Selain berlatih keras dan bermimpi bisa menjadi pemain profesional di Eropa, Andri kini menimba ilmu di Jurusan Sport Science, Qatar University. Dalam berkomunikasi, Andri lebih lancar dengan bahasa Arab ketimbang bahasa Indonesia.

9. Kesempatan Trial di Klub Benua Biru

Tempaan yang didapat Andri tidak hanya berasal dari gemblengan pelatih-pelatih klub lokal dan akademi di Qatar. Dengan bantuan federasi sepakbola Qatar, Andri berkesempatan menjalani trial ke klub-klub top di Benua Biru, seperti VfB Stuttgart, Bayer Leverkusen, dan Villarreal.

10. Kebimbangan Memilih Tim Nasional

Andi mengaku belum bisa memutuskan negara mana yang akan dia bela. Di satu sisi dia menyadari betul bahwa Indonesia adalah tanah kelahiran dan kampung halamannya. Namun, di sisi lain, Qatar memberi banyak sekali kesempatan untuk belajar, maju dan berkembang – baik sebagai pribadi maupun pemain profesional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *