BERITA DAERAH

Kapolres Aceh Utara AKBP Untung Diperiksa Propam Polda Aceh

Aceh Watch| Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Aceh memeriksa Kapolres Aceh Utara Ajun Komisaris Besar Ahmad Untung Surianata atau Untung Sangaji terkait langkah penangkapan dan pembinaan terhadap 12 orang waria pada akhir pekan lalu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Mohammad Iqbal mengatakan, pemeriksaan dilakukan guna menyelidiki dugaan pelanggaran prosedur, kode etik, atau displin yang dilakukan dalam penangkapan dan pembinaan 12 waria itu.

“Saat ini Kapolres sedang diperiksa oleh Polda. Intinya akan menginvestigasi apakah ada kesalahan prosedur atau enggak,” kata Iqbal saat dikonfirmasi, Kamis (1/2).

Menurutnya, Bidang Propam Polda Aceh akan menjatuhkan sanksi bila menemukan dugaan pelanggaran yang terjadi.

Jenderal bintang satu itu menjelaskan, sanksi yang dijatuhkan bisa berupa berbagai bentuk, mulai demosi hingga pidana bila ditemukam pelanggaran yang fatal.

“Siapapun anggota Polri yang melakukan kesalahan dalam melakukan tindakan kepolisiannya itu ada sanksinya,” ucapnya.

Polres Aceh Utara dan wilayatul hisbah (polisi syariat) menggelar operasi untuk mencegah meningkatnya populasi lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) pada akhir pekan lalu.

Sebanyak 12 orang waria dari sejumlah salon di Kabupaten Aceh Utara terjaring operasi kemudian dibina agar berperilaku seperti layaknya pria.

Sementara itu, Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata atau Untung Sangaji membenarkan dirinya diperiksa Propam Polda Aceh beberapa waktu lalu. Pemeriksaan tersebut terkait adanya sejumlah waria yang diamankan ke Polres Aceh Utara dalam Operasi Pekat (Penyakit Masyarakat), Sabtu, 27 Januari 2018 lalu.

“Iya, saya diperiksa pihak Polda Aceh,” kata AKBP Untung Sangaji, Kamis, 1 Februari 2018.

Untung juga mengaku tersinggung jika sampai kasus ini berujung mutasi terhadap dirinya. Namun dia tidak menjelaskan secara detil terkait hal tersebut.

“Ya, saya tersinggung. Ketersinggungan saya banyak hal, tapi tidak bisa saya jelaskan ya. Kalau dibilang marah, ya saya marah, tapi kan ya bagaimana, itu komandan saya. Karena komandan saya itu orang tua saya,” kata Untung.

Meskipun demikian, Untung mengaku sedang menjalankan beberapa program di Aceh Utara. Menurutnya pemeriksaan terhadap dirinya tersebut menjadi contoh tidak baik bagi kinerja kepolisian.

Pria yang pernah terlibat aktif di lapangan saat memerangi teror di Jakarta beberapa waktu lalu ini, juga menyesalkan langkah-langkah yang diambil pimpinannya. Padahal apa yang dilakukannya tersebut dalam rangka menegakkan Qanun Syariat Islam yang sedang diterapkan di Aceh.

“Walaupun sudah benar itu dilakukan pemeriksaan, betul, tapi jangan begitu caranya. Kan bisa ditelpon, semacam teguran bapak ke anaknya. Apa yang terjadi saat ini, membuat polisi kita dan masyarakat yang tadinya ingin melindungi Islam dan menjalankan Syariat Islam menjadi takut, pasti takut ini, sehingga yang salah akan semakin bebas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *