BERITA

Kekuatan Partai Aceh, yang Dicaci dan Dicintai

Aceh Watch| Setelah MoU Helsinki 15 Agustus 2005, ada aturan negara yang mensahkan didirikannya partai khusus untuk wilayah Aceh, disebut partai lokal. Orang-orang yang di masa dulunya terlibat dengan GAM pun mendirikan partai bernama Partai Aceh pada tahun 2007.

Partai ini merupakan organisasi politik sah yang paling banyak dicacimaki di Indonesia, baik oleh orang luar mahupun oleh orang Aceh sendiri. Apabila kita membaca tulisan di media-media, hanya sedikit berita yang memakai sudut pandang adil apabila bicara tentang partai ini. Hampir selalu ada kiritikan.

Mengapa orang mengkritik Partai Aceh?

Ada beberapa penyebab mengapa orang mengkritik Partai Aceh, di antaranya:
1.    Tidak Ingin Aceh punya hak khusus;
2.    Ketidaktahuan;
3.    Tidak bisa bergabung dengannya atau tidak dipromosi di dalamnya;
4.    Iri hati dan ingin dirinya terlihat lebih pintar.

Demikian sekilas penyebab orang membenci Partai Aceh yang saya ketahui berdasarkan amatan bertahun-tahun.

Apakah ada obat untuk penyakit hati bagi orang-orang yang membenci Partai Aceh? 
Ada, yaitu:

  1. Walau kesempurnaan hanyalah milik Allah, ada baiknya orang-orang di  Partai Aceh tidak lagi melakukan kesalahan sebagaimana yang pernah terjadi.
  2. Petinggi Partai Aceh dan anggotanya sebaiknya melihat kekurangan diri sendiri, menyadari bahwa banyak orang lain yang lebih pintar dan bersedia membangun Aceh.

Sekarang, marilah kita lihat kekuatan Partai Aceh yang dicaci tapi dicintai itu, di antaranya:

  1. Memiliki pemimpin yang kharismatik;
  2. Punya anggota di setiap Gampong di Aceh;
  3. Hampir semua anggotanya militan dan simpatisannya lebih dari 50 persen masyarakat Aceh;
  4. Berangkat dari orang-orang perang.

Dan masih banyak lagi kekuatan Partai Aceh namun dimiliki juga oleh partai lain. Akan tetapi empat kekuatan ini, tidak dimiliki oleh partai manapun di Aceh, termasuk di Indonesia.

Akan tetapi di dalam artikel ini, saya tidak akan menyebutkan alasan mengapa orang-orang harus memilih Partai Aceh atau mencintainya. Biarkanlah itu tugas juru kampanye Partai Aceh sendiri, yang pasti itu bukanlah diriku.(Thayeb Loh Angen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *