BERITA NASIONAL

Anak Kedua Bomber Rusunawa Wonocolo Tolak Didoktrin Orang Tuanya

Aceh Watch, Surabaya- Pelaku bom bunuh diri tiga gereja Surabaya dan Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, sama-sama melibatkan anak-anak dalam aksi teror. Dalam pemahaman para bomber ini, mereka sekeluarga akan masuk surga bila berani melakukan bom bunuh diri.

Meskipun begitu, ada juga anak teroris yang menolak mengikuti doktrin yang diajarkan orang tuanya. Salah satunya adalah putra kedua Anton Ferdiantono, pemilik bom yang meledak di Rusunawa Wonocolo.

“Anaknya ada yang enggak mau tuh yang laki-laki, yang di Wonocolo, dia enggak mau,” ujar Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin dalam jumpa pers di Mapolda Jawa Timur, Selasa (15/5).

Sementara dua anak Anton yang lainnya, dididik dengan cara homeschooling, tak pernah mengecap pendidikan di sekolah normal. Perlakuan Anton terhadap anaknya pun berbeda. Menurut Machfud, Anton cenderung lebih sayang pada anak-anaknya yang menurut dengannya.

“(Anak kedua) malah sekolah biasa, dia ikut neneknya. Tapi yang dua disayang,” jelas Machfud.

Pernyataan Kapolda dibenarkan oleh Upit, tetangga Anton di Rusunawa Wonocolo.Upit bercerita kalau anak kedua Anton sejak lama memilih tinggal bersama nenek dan kakeknya di kompleks rusun lain, jauh dari kedua orang tuanya.

“Anak keduanya tinggal sama kakek dan neneknya di rusun sebelah, enggak pernah tinggal sama orang tuanya,” kata Upit.

Ledakan terjadi di Rusunawa Wonocolo pada Minggu (13/5) pukul 21.15 WIB, masih di hari yang sama dengan aksi pengeboman tiga gereja di Surabaya. Menurut investigasi awal, bom itu meledak tanpa direncanakan sebelumnya. Akibatnya, Anton bersama istri dan anak pertamanya tewas dalam kejadian tersebut.

Hingga kini, polisi masih menetralisir lokasi ledakan, warga rusun diminta untuk mengungsi sementara ke tempat lain, hingga penyelidikan usai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *