BERITA OLAHRAGA

Real Madrid Kembali Juara Liga Champions, Zidane Dinilai Pelatih Luar Biasa

Aceh Watch, Madrid – Zinedine Zidane memimpin Real Madrid memenangkan trofi Liga Champions ketiga berturut-turut. Sukses itu mendapat pujian dari mantan rekan setimnya di Timnas Prancis, Didier Deschamps.

Real Madrid meraih trofi Liga Champions musim ini setelah mengalahkan Liverpool pada laga final di Kiev, Minggu (27/5/2018) dini hari WIB. Los Blancos menang 3-1.

Real Madrid unggul lebih dulu di menit ke-51 lewat Karim Benzema usai memanfaatkan blunder kiper Loris Karius. Tetapi, skor 1-0 tak bertahan lama setelah Sadio Mane menjebol gawang Keylor Navas empat menit kemudian.

Los Blancos kembali unggul di menit ke-64 lewat tendangan akrobatik Gareth Bale. Gawang Liverpool kembali jebol pada menit ke-83 setelah Loris membuat blunder kedua setelah salah mengantisipasi tendangan jarak jaub Bale.

Prestasi Zidane ini merupakan pembenaran atas penunjukan Zidane sebagai pengganti Rafael Benitez pada Januari 2016 lalu. Selain itu, legenda Prancis itu mengikuti jejak Bob Paisley dan Carlo Ancelotti sebagai pelatih yang sudah memenangkan trofi Liga Champions sebanyak tiga kali.

“Luar biasa. Anda hanya bisa mengagumi apa yang dia lakukan,” kata Deschamps kepada Telefoot tentang prestasi Zidane sebagai pelatih Real Madrid. “Dia pemain luar biasa dan dia sudah menjadi pelatih yang luar biasa.”

Karier Zidane

Zidane memutuskan pensiun sebagai pemain profesional pada 2006 usai membela Prancis di Piala Dunia. Namun, ia tidak langsung mendalami peran sebagai pelatih.

Baru pada 2010, Zidane mulai menapaki karier di dunia manajerial dengan menjadi penasihat tim utama yang ditangani Jose Mourinho di Real Madrid. Pada 2013, Zidane ditunjuk untuk menjadi asisten pelatih Carlo Ancelotti.

Karier Zidane berlanjut dengan menjadi pelatih Real Madrid B atau Castilla. Tak begitu lama, ia ditunjuk menjadi pelatih tim utama setelah Rafael Benitez dipecat

Zidane pun menunjukkan kehebatannya dengan mengantarkan Real Madrid menjadi juara Liga Champions pada 2016. Tidak berhenti sampai di situ, ia mencetak sejarah ketika mengulangi pencapaian serupa pada 2017. Dan prestasi itu diulanginya di musim ini.

Namun, Zidane tidak memiliki catatan yang bagus di kompetisi domestik. Sejauh ini, ia baru mengoleksi satu gelar La Liga dari tiga musim bersama klub tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *