BERITA DAERAH

Pansus DPRA Temukan Mesin Praktek Tak Layak Pakai

Aceh Watch, Langsa – Tim Pansus Dapil VII DPRA, menemukan puluhan mesin kendaraan ringan proyek pengadaan yang bersumber dari APBA tahun 2017 senilai Rp 1,6 miliar lebih di SMK Negeri 2 Langsa tidak layak pakai. Sehingga tidak bisa dimanfaatkan untuk praktek siswa sekolah kejuruan jurusan otomotif tersebut.

Pasalnya, mesin kendaraan roda empat untuk kebutuhan praktek siswa di SMK Negeri 2 Langsa itu produksi tahun 70-an, jauh berbeda atau tidak sebanding dengan model atau sistem mesin kendaraan saat ini.

“Selain itu, mesin praktek roda empat yang diserahkan akhir tahun 2017 lalu oleh pihak rekanan kepada pihak sekolah ini juga merupakan mesin bekas,” kata Ketua Tim Pansus Dapil VII DPRA, Nurjahri ST, Rabu (30/5).

Nurjahri menambahkan, keterangan pihak sekolah kepada dewan, bahwa awalnya pihak sekolah mengusulkan pengadaan mesin kendaraan ringan roda empat ini untuk tahun tinggi atau di atas tahun 2.000. Namun saat diterima dari rekanan, mesin-mesin praktek siswa ini tahun rendah.

Nurjahri menduga ada kejanggalan dalam pengadaan mesin ringan praktek siswa SMK Negeri 2 Langsa bernilai 1,6 miliar lebih ini, karena mesin yang ada sekarang itu tidak sesuai yang dibutuhkan atau dari usulan awal pihak sekolah yang sebenarnya. Dalam waktu dekat, pihaknya akan memanggil pihak Dinas Pendidikan Provinsi Aceh untuk mempertanyakan persoalan ini.

Tim Pansus Dapil VII kemudian melakukan tinjauan proyek pembangunan ruang inap di RSUD Langsa senilai Rp 5.958.000.000 bersumber dari APBA 2017 yang baru selesai dibangun bulan Januari lalu. Namun kini kondisi sejumlah ruangannya sudah retak-retak.

“Saya minta pihak dinas jangan mencairkan dana pemeliharaan proyek pembangunan ruang inap di RSUD Langsa ini, apabila rekanan tidak memperbaiki kerusakan tersebut,” katanya.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) VI DPRA, Iskandar Usman Al-Farlaky, mengatakan sejak 27 Mei hingga 2 Juni mendatang, pihaknya menurunkan tim untuk memantau realisasi seluruh proyek pembangunan yang didanai APBA tahun 2017 di Aceh Timur.

“Pansus DPR Aceh akan meneliti secara mendalam output dan outcome realisasi APBA Tahun 2017,” kata Iskandar Alfarlaky yang juga Ketua Fraksi Partai Aceh, Rabu (30/5).

Sebelumnya, sebagai bagian dari persiapan Pansus, jelas Iskandar, pihaknya (DPR Aceh) juga telah memanggil seluruh SKPA pada Jumat dan Sabtu (25-26/5) lalu, dan meminta seluruh SKPA untuk menyerahkan rekam jejak dan seluruh dokumen realisasi proyek-proyek ABPA 2017 kepada DPRA. “Dalam kesempatan itu, tim pansus telah mengkaji seluruh dokumen rekam jejak tersebut sekaligus membuat sejumlah catatan,” ujarnya.

Selanjutnya, kata Iskandar, sejak 27 Mei sampai 2 Juni 2018 mendatang tim Pansus DPR Aceh akan mengkroscek langsung ke lokasi kegiatan sekaligus mewwaancarai masyarakat serta menggelar rapat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota guna mendapat informasi yang cukup untuk menilai output serta outcome realisasi APBA tersebut. “Pengecekan langsung ke lapangan ini akan kami laksanakan selama seminggu penuh, terhitung sejak tanggal 27 Mei hingga 2 Juni 2018. Selanjutnya hasil Pansus ini akan kami laporkan dalam sidang Paripurna DPR Aceh nantinya,” jelas Iskandar. (serambi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *