BERITA DAERAH

Partai Aceh ‘Menggergaji’ Taring Sendiri

LAMAN media sosial memuat protes sejumlah warga Aceh pada Selasa malam 17 Juli 2018. Isinya, mereka menyesalkan sikap Partai Aceh yang tak lagi mengusung Iskandar Usman Al-Farlaky sebagai caleg DPR Aceh.

“DPRA tanpa Iskandar Usman Alfarlaky, Azhari Cage SIP, Abdullah saleh, tgk muhar & Kausar. Maka seperti macan tanpa taringnya,” tulis Muhammad Alkhalizi di akun media sosial Facebook miliknya.

“Kami masih mengharapkanmu sebagai wakil kami di parlemen,” tulis pemilik akun bernama Juli An Na sambil memposting foto Iskandar.

“#Kalau sosok ini maju lewat Parnas jangan pernah kalian bilang pengkhianat,” tulis Aldy Aditya di akun Facebook miliknya.

“Pimpinan harus segera mengambil sikap atas kejadian ini. Jangan sampai kejadian ini jadi bumerang besar buat Partai Aceh,” tulis akun Facebook Don Sumatra.

Tiga dari empat pemilik akun ini merupakan warga Aceh Timur. Postingan serupa juga muncul di linimasa warga Aceh Timur lainnya. Protes ini muncul usai publik mengetahui bahwa Partai Aceh tak lagi mengusung Iskandar sebagai Caleg dari Partai Aceh. Publik seakan tak percaya, kalau Ketua Fraksi PA DPR Aceh yang dikenal vokal berbicara serta memiliki jiwa sosial tinggi, ‘dibuang’ oleh Partai Aceh.

Sosok Iskandar selama ini memang dikenal akrab dengan media massa. Ia juga menjadi icon Partai Aceh di parlemen. Pembelaannya terhadap masyarakat kecil serta ketegasannya dalam menjaga kekhususan Aceh menuai pujian dari publik Aceh.

Kegiatan-kegiatan dilakukan Iskandar berdampak positif bagi pencitraan Partai Aceh. Publik menilai sosok seperti Iskandar-lah yang seharusnya dipertahankan Partai Aceh di parlemen. Namun harapan ini ternyata sia-sia.

Sekretaris Jenderal DPA PA, Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak, saat ditanyai wartawan, tidak menapiknya.

“Sementara belum masuk dalam daftar Bacaleg,” kata Abu Razak kepada wartawan usai menyerahkan dokumen di KIP Aceh.

Sementara Iskandar Usman yang dikonfirmasi wartawan, mengaku pasrah atas keputusan pimpinan. “Saya sudah mencoba berbuat yang terbaik bagi masyarakat dan Partai Aceh. Apapun keputusan pimpinan, saya terima. Saya mohon maaf kepada pendukung dan masyarakat yang saya wakili,” balasnya singkat melalui pesan WhatsApp.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *