BERITA DAERAH

Semeja Usai 13 Tahun

PRIA pria itu memasang wajah serius. Semua memandang ke arah pria berjanggot lebat yang sedang berbicara di depan.

Di sana hadir sejumlah pimpinan GAM dari seluruh Aceh. Ada juga mantan juru runding seperti Nur Djuli dan  Munawar Liza Zainal. Kemudian ada Mualem Muzakir Manaf, Kamaruddin Abubakar, Muharram, Sarjani Abdullah, Aiyub Abbas, Teungku Darwis dan Teungku Batee, Teungku Ni serta sejumlah petinggi lainnya.

“Saya berharap GAM kembali bersatu,” kata Mualem.

Perkataan ini membuat beberapa petinggi yang hadir tersenyum dan mengangguk kecil tanda sepakat. Pertemuan tersebut berlangsung di Hotel The Pade, Kota Banda Aceh, akhir pekan ini.

+++

Upaya rekonsiliasi kombatan GAM merupakan pembahasan serius selama beberapa tahun terakhir. Karena keberadaan GAM dianggap sebagai daya tawar Aceh untuk pusat.

Dari penelusuran media, perpecahan GAM mulai terjadi usai damai. Perpecahan pertama terjadi pada pilkada 2007, antara GAM pendukung H2O dengan SINAR. Kemudian antara pendukung Zaini-Muzakir Manaf dengan Irwandi-Munyan Yunan pada pilkada 2012, serta paling parah pada pilkada 2017 lalu, dimana dukungan GAM pecah dalam beberapa kubu, seperti GAM pendukung Mualem-TA Khalid, GAM pendukung Irwandi, GAM pendukung Zaini Abdullah dan GAM pendukung Zakaria Saman.

Perpecahan ini membuat nilai tawar Aceh turun di mata Pemerintah Pusat. Imbasnya, banyak aturan yang telah disepakati dalam MoU Helsinki, akhirnya tak kunjung direalisasi hingga 13 tahun damai Aceh.

Hal inilah yang membuat barisan GAM gelisah hingga akhirnya muncul suara-suara penyatuan demi Aceh.

Di sisi lain, upaya rekonsiliasi Aceh dan penyatuan mantan kombatan, terus muncul dari akar rumput. Ada sejumlah petinggi GAM yang mulai menyuarakan persatuan Aceh dan tak cuma mantan kombatan. Sedangkan secara gerakan juga muncul organisasi AMSA yang digagas oleh Teungku Makpan, serta Aceh Meusaboh yang digagas oleh Murdani Abdullah dan rekan rekan. Murdani Abdullah merupakan penulis buku Sang Kombatan serta politisi Partai Aceh.

“Gerakan Aceh Meusaboh yang kita gagas tak cuma untuk kombatan, tapi Aceh secara umum. Ini penting agar Aceh tak kembali berulang ke konflik,” kata Murdani, beberapa waktu lalu.

Murdani menilai kondisi Aceh saat ini hampir sama seperti kondisi Aceh di awal-awal lahirnya GAM. Dimana, masyarakat merasa kecewa terhadap ikrar Lamteh.

“Kondisi ini yang harus dihindari, karena konflik hanya merugikan masyarakat,” kata Murdani.

+++

Silaturahmi petinggi GAM di Hotel The Pade, mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Ketua KPA Singkil, Teungku Sarbaini, memberi apresiasi yang mendalam atas terlaksananya pertemuan para pimpinan GAM di Banda Aceh. Pertemuan ini dinilai sebagai awal rekonsiliasi GAM dalam mengawal hak-hak Aceh pasca MoU Helsinki.

“Saya mendukung bersatu kembalinya para pejuang GAM. Pertemuan para petinggi GAM di Hotel The Pade merupakan harapan dari mantan kombatan akar rumput,” kata Sarbaini atau akrab disapa Teungku Agam Kuala, Minggu 29 Juli 2018.

“Ini juga akan menjadi langkah awal bagi kita semua dalam memperjuangkan kekhususan Aceh,” kata Sarbaini lagi.

Menurut Sarbaini, banyak kekhususan Aceh sebagaimana yang dijanjikan Pusat, belum terlaksana hingga 13 tahun perdamaian Aceh. Kondisi ini terjadi karena adanya perpecahan di kalangan elit GAM yang berimbas pada persatuan di tingkat bawah.

“Kami selaku bawahan sangat berharap para petinggi benar-benar ikhlas dari lubuk hati yang paling dalam untuk bersatu kembali. GAM jangan mau dikotak-kotak. MoU perlu direalisasi dan damai perlu dijaga,” ujarnya lagi.

Sarbaini juga mengajak seluruh komponen di Aceh untuk sama-sama memperjuangkan kekhususan Aceh sebagaimana yang telah disepakati di Helsinki.

“Ini tanggungjawab bersama Bangsa Aceh. Tanggungjawab harus dijaga dan diperjuangkan secara bersamasa-sama,” kata Sarbaini.

“DPR Aceh dan Eksekutif harus bekerja keras agar seluruh butir butir yang disepakati dalam MoU Helsinki dapat terealisasi, seperti bendera dan lainnya yg harus di selesaikan secara tuntas,” ujarnya.

Sementara itu, mantan Ketua KPA Meulaboh, Teungku Jauhari, juga menyampaikan hal yang sama. “Saya menyambut positif dengan adanya pertemuan ini. Semoga pertemuan ini bisa berdampak positif dengan menyatu kembalinya mantan kombatan di akar rumput,” katanya.

+++

DI Hotel The Pade, sejumlah pria berbadan kekar tampak hilir mudik di halaman depan. Wajah mereka terlihat cerah saat melihat pimpinan mereka keluar ruangan.

“Kita sehat?” ujar Mualem saat menyalami salah seorang di antaranya.

Di belakang Mualem, juga terlihat barisan petinggi lainnya. Mereka terlihat akrab satu sama lainnya.

“Semoga beulagee nyoe sabe pemimpin kamoe,” ujar salah seorang di antaranya lagi. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *