BERITA DAERAH

Pemerintah Dinilai Sepelekan Peringatan Damai Aceh

BIREUEN, – Ketua Komando Singa Wali,Jumra alias Cek Prieh, menilai antusias pemerintah dalam memperingati Hari Damai Aceh pada 15 Agustus dinilai jauh lebih minim dibandingkan dengan hari besar lainnya di Aceh. Padahal, peringatan damai merupakan momen bersejarah bagi Aceh.

“Kita melihat, sangat minim alokasi anggaran yang diplotkan pemerintah untuk peringatan damai di Aceh. Sementara pada saat bersamaan, untuk 17 Agustus, dialokasikan secara besar-besaran untuk kegiatan yang biasa-biasa saja dan berhari-hari,” kata Cek Prieh.

“Apa salahnya jika Hari Damai Aceh mendapat porsi yang sama. Ini momen bagi Aceh dan penting dirayakan,” ujar mantan kombatan ini lagi.

Menurutnya, peringatan damai pada setiap 15 Agustus terkesan disepelekan oleh Pemerintah Aceh, baik dari segi persiapan hingga pendanaan. Akhirnya momen ini terabaikan dan berdampak pada hilangnya semangat masyarakat untuk menjaga perdamaian ini secara berkelanjutan.

Tidak hanya itu, kata Cek Prieh, hari damai Aceh seharusnya juga dicatat dalam buku serta diajarkan di sekolah-sekolah di Aceh dalam muatan lokal.

“Ini penting agar konflik tak lagi berulang. Kita berharap generasi muda di Aceh dapat memahami pentingnya menjaga damai di masa depan,” ujarnya.

“Namun dalam kondisi hari ini, kita melihat penghargaan pemerintah terhadap hari damai Aceh tidak ada. Padahal apa yang dinikmati oleh pejabat kita hari ini adalah bagian dari konsensus damai di Aceh,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *