BERITA DAERAH

Gadis Ini Butuh Uluran Tangan Dermawan untuk Pengobatan

UMURNYA sudah mencapai angka 17 tahun. Namun wajahnya terlihat jauh lebih muda. Ia adalah Intan Nafisi.

Saat gadis lain menikmati masa-masa indah, Intan justru tak boleh berjauhan dengan obat serta rumah sakit. Ya, gadis asal Lancang Barat, Kabupaten Aceh Utara ini, menderita pembengkakan jantung sejak 2014 lalu. Hal ini pula yang membuatnya harus dirawat di RSUZA sejak beberapa hari terakhir.

“Sejak 2014, dirawat di rumah sakit Lhokseumawe. Kemudian rutin rawat jalan serta harus mengonsumsi obat. Beberapa hari lalu, saya bawa dia ke Banda Aceh dengan rencana rawat jalan, tetapi ternyata tidak boleh pulang lagi. Kondisinya kritis dan harus dirawat,” kata ayah dari Intan Nafisa, Azhar, kepada rombongan yang menjenguk Jumat malam 21 September 2018.

“Ada kebocoran dan cairan. Saya sangat berharap anak saya ini bisa lekas sembuh dan kembali beraktivitas seperti anak gadis lainnya,” kata Azhar lagi.

Sejak divonis menderita pembengkakan jantung pada usia 12 tahun, Intan tak lagi bisa menempuh pendidikan layaknya anak pada umumnya. Hari harinya lebih banyak dihabiskan di rumah.

“Ia tidak bisa kelelahan. Sedikit lelah, langsung sakit. Hal ini pula yang membuatnya tak bisa sekolah dan mengaji lagi,” ujar Azhar lagi lesu.

Intan sendiri merupakan anak bungsu dari Azhar yang sehari-hari bekerja serabutan. Kadang menghabiskan waktu di pabrik batu-bata dengan upah harian.

“Pekerjaan apapun saya lakoni untuk keperluan sehari hari. Termasuk untuk membiayai pengobatan anak saya ini,” katanya dengan nada sedih.

Meski begitu, Azhar mengaku tak suka mengeluh soal kehidupannya tersebut pada orang lain.

“Kalau ada orang yang datang kemudian membantu, alhamdulillah. Kesadaran sendiri. Tapi untuk meminta-minta dan mengeluh, saya tidak mau,” ujarnya.

Azhar berharap anaknya bisa lekas sembuh, walaupun hal tersebut agak musthahil. ”Namun kuasa Allah Swt di atas segalanya. Ini yang selalu saya doakan. Kalau Allah Swt memberi kesembuhan, pasti sembuh. Pengobatan hanya usaha kita selaku makhluk,” ujarnya lagi.

Intan Nafisa sendiri kini dirawat di ruang Arafah 1 kamar 7 RSUZA. Semoga ada dermawan yang tergerak hati untuk membantu pengobatan Intan. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *