BERITA DAERAH

Nyoe Wali, Harapan Kamoe Untuk Neuperjuang Bintang Bulan

PRIA itu berbadan besar. Ia memegang kayu panjang yang di bagian atas terikat bendera bintang bulan dengan rapi. Di sampingnya ada sejumlah pria lainnya yang berdiri sejajar. Mata mereka tertuju ke arah makam dalam Komplek Meureu.

Pria tadi adalah Dodi Kurniawan atau akrab disapa Don Sumatera. Pria itu adalah kombatan GAM yang datang khusus ke lokasi peringatan milad ke 42 GAM di Meureu untuk bertemu dengan mantan pimpinannya semasa konflik.

Ia berdiri sekitar 5 meter dari lokasi kuburan almarhum Wali Nanggroe Hasan Tiro. Saat melihat Wali Nanggroe Malek Mahmud Al-Haytar ke luar komplek kuburan, ia segera bergegas untuk menghampirinya.

Nyoe Wali, harapan kamoe sebagai kombatan untuk neupeujuang bintang bulen untuk berkibar di seluruh Aceh,” kata Don Sumatra kemudian.

Sikap Don Sumatra ini dibarengi dengan teriakan takbir dari seluruh kombatan yang ada di lokasi milad.

“Amin…amin.”

Kamoe selaku tentara meutitip bendera nyoe bak wali untuk neu peuek ban sigom Aceh,” kata Don Sumatra yang juga Ketua Tim Muda Murdani Center (TMMC) ini lagi.

Mata Wali Nanggroe terlihat berkaca-kaca. Ia kemudian menerima bendera tadi dengan sigap.

Menurut Don Sumatra, kombatan GAM sudah lama merindukan agar bintang bulan segera berkibar di seluruh Aceh. Namun setelah 14 tahun perdamaian Aceh, ternyata impian tersebut tak kunjung terwujud.

“Makajih harapan kamoe, para pimpinan beu serius mengibarkan bendera bintang bulan. Karena bendera nyoe keuh, perang panjang terjadi di Aceh,” katanya.

Sebelumnya, Wali Nanggroe Malek Mahmud Al-Haytar, berharap bendera Aceh segera berkibar ke seluruh Aceh.

Hal ini diungkapkan Wali Nanggroe saat memberi sambutannya pada acara milad ke 42 Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang diselenggarakan di Komplek Meureu, Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Selasa 4 Desember 2018.

“Bendera Aceh harus segera berkibar di seluruh Aceh,” kata Wali Nanggroe.

Wali juga berharap sejumlah butir-butir MoU Helsinki yang selama ini mandek di tingkat pusat untuk segera direalisasi. Hal ini dinilai penting sebagai komitmen perdamaian yang ditandatangani oleh GAM dan RI.

“Hal hal yang besar bisa diselesaikan, maka hal hal yang kecil juga bisa didiskusikan,” kata Wali Nanggroe.

Hadir juga para petinggi dalam acara ini seperti Wali Nanggroe, Abu Razak, Teungku Ni Pase, Aduen Mukhglis, Panglima KPA Aceh Rayeuk, Iskandar Usman Al-Farlaky selaku Ketua Fraksi PA DPRA, Jufri Hasanuddin, caleg DPRA, DPRK dari Partai Aceh, serta calon DPD RI Murdani Abdullah, masyarakat serta ratusan kombatan GAM dan para kader PNA.

Sebelumnya, Pemkab Aceh Besar juga telah mengeluarkan surat yang ditunjukan kepada seluruh camat di kabupaten itu serta meminta untuk mengantisipasi pengibaran bendera Aceh selama 3 hingga 4 Desember.

Namun surat tersebut dikecam oleh berbagai kalangan. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *