BERITA NASIONAL

Soal Papua, Murdani: Pusat Tak Pernah Belajar dari Kesalahannya di Aceh

BANDA ACEH, – Koordinator Gerakan Pemuda Cinta Aceh (GPCA), Murdani, menilai pendekatan militer yang ditempuh pemerintah pusat dalam menangani situasi terkini di Papua merupakan kesalahan besar. Kebijakan tersebut dinilai akan memperburuk kondisi di Papua dan melahirkan persoalan baru yang lebih besar di masa depan.

“Pemerintah Pusat sepertinya tak pernah belajar dari kesalahannya di Aceh,” kata Murdani kepada wartawan acehwatch.com, Jumat 6 Desember 2017.

“Pusat harusnya tahu bahwa pendekatan militer bukan solusi terbaik dalam penanganan Papua pasca penembakan pekerja Trans Papua. TNI- Polri itu anak bangsa. Demikian juga dengan OPM yang hari ini memberontak karena menuntut hak-nya, yang menurut mereka saat ini, adalah pilihan yang tepat. Maka mengirim TNI-Polri untuk menumpas OPM sama dengan membuka lapangan perang baru,” kata calon DPD RI nomor urut 40 asal Aceh ini.

Harusnya, kata Murdani, Pusat belajar banyak dari kesalahan yang pernah dilakukannya terhadap di Aceh.

“19 Mei 2003, Pusat menerapkan darurat militer untuk Aceh dengan alasan ingin menumpas GAM. Namun kini kita tahu bahwa kebijakan ini sangat merugikan Aceh. Ribuan orang meninggal, mayoritas adalah masyarakat biasa. Ada banyak yatim piatu serta janda akibat kebijakan tersebut. Kuburan massal ditemukan di tiap daerah,” kata penulis buku Sang Kombatan dan Martir ini.

“Hal yang sama akan terulang di Papua jika pendekatan militer dikedepankan. Pelanggaran HAM yang akan terjadi di sana nantinya akan menjadi dosa besar dan catatan hitam bagi pemerintahan Jokowi yang selama ini lebih mengedepankan dialog. Ini yang kita sesalkan,” kata Murdani lagi.

Murdani mengaku mengutuk keputusan gegabah dari pemerintah terkait penanganan kondisi terkini di Papua.

“Kita berduka atas tragedi penembakan pekerja Trans Papua, tapi seperti yang saya ungkapkan tadi, pendekatan militer hanya menambah persoalan baru yang lebih parah nantinya. Korbannya adalah masyarakat Papua. Sama seperti yang pernah terjadi di Aceh di masa lalu,” kata Murdani.

“Harusnya semua belajar dari kesalahan masa lalu. Kuburan massal di Aceh belum semuanya dibongkar serta dikebumikan dengan layak. Dana kompensasi perang belum diberikan secara merata. Rumah yang dibakar, belum semuanya dibangun kembali. Jadi tak perlu menciptakan kebijakan gegabah yang melahirkan kasus yang sama di Papua nantinya,” ujar kader Partai Aceh ini lagi. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *