BERITA DAERAH

KPA Meulaboh Kecam Pernyataan Komisioner KIP Aceh

 

MEULABOH, – Komite Peralihan Aceh (KPA) Meulaboh menyesalkan statemen salah seorang komisioner KIP Aceh yang dinilai menyudutkan Partai Aceh. Statemen tersebut dinilai kurang pantas mengingat KIP Aceh adalah penyelenggara yang seharusnya netral selama pemilu berlangsung.

“Sengaja atau tidak, kita mengecam statemen tersebut. Kita menilai statemen KIP itu bukan tupoksi KIP. Mereka penyelenggara yang harusnya tak perlu menyudutkan Partai Aceh,” kata mantan Panglima KPA Meulaboh, yang juga wakil ketua DPA Partai Aceh, Teungku Jauhari, Selasa 10 Desember 2018.

“Paket C itu legal secara aturan. Jadi kenapa dipersoalkan. Negara saja sudah mengakui, kok KIP memberi komentar yang menyudutkan. Jangan main api jika tak mau kena getahnya,” kata Pang Jauhari lagi.

Baca juga:

Semangat Persatuan dari Calon Senator Muda

Pang Jauhari meminta KIP Aceh lebih bijak dalam memberikan statemen di media massa.

“Jangan memberi statemen yang bukan tupoksinya. Kami sangat kecewa dengan statemen itu,” ujar Pang Jauhari.

“Ijazah bukan alat untuk mengukur seseorang mampu atau tidak. Banyak yang bertitle S1 hingga S3 ternyata korupsi. Lebih baik ijazah dayah yang komit pada pemberdayaan ekonomi masyarakat dari pada S3 tapi korupsi,” katanya lagi.

Pang Jauhari mengaku siap membuktikan bahwa kader kader yang diusung Partai Aceh adalah pilihan dari masyarakat.

“Semua caleg yang diusung Partai Aceh adalah permintaan dari masyarakat. Mereka diseleksi ditingkat kampong hingga kabupaten. Jadi persoalan latar belakang dan pendidikan sudah jelas. Masyarakat sudah menerima, tapi kok KIP yang kini mempermasalah,” ujarnya.

“Kader PA tetap semangat dalam merebut hati masyarakat supaya terpilih. Masalah ada yang ngomong macam-macam, biar waktu yang menjawab. Kalau KIP tak bisa netral, sebaiknya mundur saja,” katanya lagi. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *